"Saksi memberikan beberapa informasi yang, menurut penyidik, itu informasi yang penting," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017).
Tentang dugaan peran Andi sebagai pengepul, Febri masih enggan mengungkapnya. Namun dia membenarkan bahwa memang ada peran perantara dalam kasus itu. Tapi dia belum membeberkan nama perantara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi, yang merupakan Ketua Komisi IV DPRD Klaten, adalah anak Bupati Klaten Sri Hartini. Sri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena menerima suap terkait dengan promosi jabatan di wilayahnya.
Sebelumnya KPK melakukan penggeledahan pada Minggu (1/1). KPK juga menggeledah lima lokasi lain di Klaten untuk mencari bukti terkait dengan kasus dugaan suap promosi jabatan yang disangkakan kepada Sri Hartini.
Bupati Klaten Sri Hartini telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berkaitan dengan promosi jabatan. Ada sejumlah uang yang disita KPK dalam penangkapan itu, yaitu Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri dan Rp 2 miliar dari rumah dinas Sri. Selain itu, ada USD 5.700 dan SGD 2.035, yang disita dari rumah dinas Sri. (dhn/tor)











































