Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan keseluruhan pidato tersebut disiapkan sendiri oleh Megawati. Tentunya melalui perenungan yang mendalam, khususnya menyangkut kondisi Tanah Air akhir-akhir ini.
"Keseluruhan pidato Ibu Megawati dipersiapkan oleh beliau melalui perenungan yang mendalam, kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia," kata Hasto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/1/17).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, politikus Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon memperkirakan ada orang khusus yang menyiapkan pidato Mega tersebut. Ini melihat di salah satu pidatonya, Mega menyebut hal-hal yang berhubungan dengan akhirat.
"Kalau kita dari sisi politik melihat, kalau ada hal-hal yang bisa bermakna ganda, itu biasa saja. Tapi mungkin ada yang mempertanyakan pernyataan soal akhirat, saya yakin ada yang mempersiapkan pidatonya," kata Fadli Zon kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).
Bagian pidato Mega yang dipersoalkan tersebut adalah kalimat yang menyebut soal 'peramal masa depan'. Kalimat itu diucapkan Mega saat menyinggung ideologi tertutup. Ideologi ini muncul dari pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan hanya didasarkan pada kekuasaan totaliter. Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.
"Tidak hanya itu, mereka benar-benar antikebinekaaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa "self fulfilling prophecy", para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya," begitu kata Mega.
(erd/van)











































