"Rapim kali ini sampai 4 hari, karena hari terakhir kita mendiskusikan agar percepatan apa yang menjadi petunjuk-petunjuk Bapak Presiden, contohnya tentang pengembangan satuan-satuan di tempat kosong," ungkap Gatot di sela-sela rapim di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017).
"Karena 3 minggu lagi saya harus paparan kepada Presiden untuk persiapan ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian menyiapkan lagi kesiapannya oleh para pangkotama. Pembangunannya seperti pangkalan-pangkalan, bisa AL, AU, AD. Tergantung," jelas Gatot.
Gatot menyebut soal dana yang digunakan dalam pengembangan satuan ini nantinya akan dibahas lebih jauh lagi. Gatot menyatakan anggaran TNI tahun 2017 juga bisa digunakan jika memang memungkinkan.
"Kalau memang harus kita anggarkan dengan anggaran sekarang ini, manajemennya kita tinjau ulang, kita laporkan ke departemen pertahanan dan seterusnya," ucap jenderal bintang empat tersebut.
Rapim TNI diikuti oleh 262 perwira tinggi. Sebanyak 184 Pati dari TNI dan 78 Pati dari Polri. Ada sejumlah agenda yang menjadi poin utama dalam Rapim TNI, termasuk penyamaan visi-misi antara TNI dan Polri untuk mengawal program-program pemerintah.
"TNI-Polri solid, dari atas sampai ke bawah, dan ini diperlukan dalam menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Inilah esensi dari rapim yang dilakukan," tegas Gatot.
Soal penambahan satuan di wilayah-wilayah yang masih kosong penjagaan, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) masih menunggu arahan dari Panglima TNI, termasuk Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, yang mengaku belum mengetahui apakah pasukan Kostrad akan dilibatkan.
"Nanti menunggu perintah. Saya kan pelaksana. Tergantung beliau (Panglima TNI), masih menunggu petunjuk," kata Edy di lokasi yang sama.
(elz/dhn)











































