"Tanggapan, tentu kita senang kalau kader kita apa, tentu itu apa namanya hasil survei itu bahan masukan buat kami untuk menentukan ke arah mana dukungan partai akan diberikan dalam Pilgub Jabar. Mudah-mudahan data itu akurat sehingga ketika kami memutuskan kepada siapa dukungan akan kami berikan pada Pilgub yang akan datang sudah tepat, tidak salah," ujar Waketum PAN Mulfachri Harahap saat berbincang dengan detikcom, Selasa (17/1/2017).
"Jadi saya kira sebagai bahan awal yang dibutuhkan untuk memutuskan dukungan kepada siapa akan kami berikan itu sudah lebih dari cukup," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu partai mendukung, masak nggak mendukung ini partai, kita mendukung, nggak mungkin kita nggak mendukung gitu. Jadi (hasil survei) itu bahan masukan, kami akan mengecek lagi ke bawah kalau memang benar demikian, bukan tidak mungkin yang bersangkutan akan kita dorong untuk maju pada Pilgub Jabar. Tapi segala sesuatu (tergantung) perkembangan yang ada nanti," paparnya.
Baca Juga: 3 Artis ini Jadi Cagub Jabar Paling Populer
Sebelumnya diberitakan, Desy Ratnasari menjadi 3 artis terpopuler dalam survei cagub Jabar, namun sangat berpotensi menjadi cawagub terkuat berdasarkan hasil survei yang dirilis lembaga Indonesia Strategic Institute (Instrat).
Survei dilakukan dengan mewawancarai 1.600 responden berusia minimal 17 tahun dalam kurun 24-28 November 2016. Teknik yang dilakukan adalah wawancara langsung berbasis kuesioner terstruktur yang dipegang pewawancara. Pengacakan responden menggunakan teknik multistage random sampling. Pengambilan sampel dibuat proporsional di 253 kota, kabupaten, hingga desa atau kelurahan. Margin error pada survei ini sebesar 2,49 persen.
Direktur Eksekutif Instrat Jalu Pradhono Priambodo mengatakan peluang Desy sebagai kandidat cawagub Jabar tergantung kepiawaian lobi elite Partai Amanat Nasional di Jawa Barat. Ini mengingat perolehan suara dan kursi PAN di DPRD Jabar tidak terlalu besar.
"Melihat kekuatan di partai politik, posisi Desy Ratnasari dengan kursi yang ada, PAN tidak bisa menentukan siapa yang jadi gubernur. Dia mungkin wagub. Tinggal bagaimana PAN mau menemukan mitra koalisi di partai-partai yang sudah unggul di Jabar," kata Jalu ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (17/1).
(imk/try)











































