Jenazah alumni Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur ini dibawa menggunakan ambulans ke kampung halamannya, di Keluarga Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, yang berjarak sekitar 330 kilometer dari Makassar.
Menurut Kaur Kedokteran Forensik Bidang Dokkes Polda Sulsel Kompol Dr Eko Yulianto SpF, dalam keterangannya, hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Dokkes Polda Sulsel dan residen forensik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin memperkirakan korban meninggal sekitar dua atau tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil autopsi ini akan kami berikan ke penyidik Polres Gowa, wewenang penyidik nantinya yang akan mengungkap motif pembunuhan," ujar Eko.
Sementara itu, Ahmad, sepupu korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menyebutkan dia terakhir kali bertemu dengan Rafika tiga hari sebelum jasad Rafika ditemukan, Jumat siang (13/1). Dari akun Instagram-nya juga diketahui korban sempat mengunggah foto selfie-nya tiga hari yang lalu.
Tante korban, Nur Aini, meminta aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan keponakannya. "Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum berat," ujar Nur Aini di atas mobil ambulans sebelum meninggalkan RS Bhayangkara.
Keluarga mendatangi RS Bhayangkara. (Amang/detikcom) |
Dalam proses penyelidikan ini, anggota Reskrim Polres Gowa telah memeriksa 5 saksi dan menemukan sebuah smartphone yang diduga milik korban di selokan depan rumah korban.
Pembunuhan itu terjadi di Kompleks Yusuf Bauti Garden Blok A/5, Manggarupi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (16/1) sore kemarin. (mna/rvk)











































Keluarga mendatangi RS Bhayangkara. (Amang/detikcom)