PT KAI, dengan masa angkutan Nataru sejak 23 Desember 2016-8 Januari 2017, total mengangkut 4.633.301 penumpang atau meningkat 12,3% dari masa angkutan Nataru 2016. Jumlah tersebut terdiri dari:
540.279 penumpang KA eksekutif,
264.928 penumpang KA bisnis,
1.430.848 penumpang KA ekonomi, dan
2.397.246 penumpang KA lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 13 KA tambahan yang dioperasikan pada masa angkutan Nataru 2016/2017. PT KAI juga mengoperasikan beberapa rangkaian idle untuk memaksimalkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi pada masa liburan akhir tahun ini. Beberapa KA yang dijalankan dengan memanfaatkan rangkaian idle ini di antaranya KA Bima Tambahan, Taksaka Tambahan, Sembrani Tambahan, dan Argo Parahyangan Tambahan.
Kejadian khusus yang bisa menjadi catatan adalah gangguan di Jembatan Cisomang di Jalan Tol Purbaleunyi. Imbas masalah di Jembatan Cisomang, permintaan akan KA relasi Jakarta-Bandung meningkat. Khusus untuk KA Argo Parahyangan Tambahan, PT KAI mengoperasikan hingga 12 perjalanan tambahan, sedangkan perjalanan reguler sebanyak 14 perjalanan, sehingga total perjalanan KA Argo Parahyangan rute Bandung-Gambir PP sebanyak 26 perjalanan.
Minat masyarakat yang tinggi untuk beralih dari moda transportasi jalan raya ke KA setelah terjadi gangguan di Jembatan Cisomang dapat dilihat dari kenaikan volume penumpang KA Argo Parahyangan. Sebelum diumumkan tentang gangguan di Jembatan Cisomang, volume harian KA ini tercatat 4.853 penumpang per hari. Setelah pengumuman itu, permintaan akan penambahan perjalanan KA Argo Parahyangan pun semakin banyak dari masyarakat dan volume penumpang tercatat meningkat 80,5% menjadi 8.761 orang per hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi menjadikan perjalanan kereta api pada masa angkutan Nataru 2016/2017 ini berjalan aman, lancar, terkendali dengan zero accident. Terkait penambahan KA Argo Parahyangan, kami akan tetap mengoperasikan beberapa tambahan perjalanan sesuai permintaan masyarakat," ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam rilis yang diterima, Selasa (17/1/2017).
Sedangkan berdasarkan hasil monitoring Kemenhub untuk semua moda transportasi pada penyelenggaraan angkutan Nataru 2017, yang dilakukan mulai 18 Desember 2016 hingga 9 Januari 2017, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 5,3 persen dibanding tahun lalu.
Pada tahun ini, tercatat jumlah total penumpang angkutan umum di semua moda sebanyak 19.741.024 juta orang. Sementara, tahun lalu berjumlah 18.745.768 penumpang.
Menhub Budi Karya Sumadi, dalam pemaparan di depan Komisi V DPR pada Senin (16/1) kemarin mengungkapkan, rata-rata jumlah penumpang, baik di angkutan laut, udara, maupun perkeretaapian, mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan kereta api, yakni 11,22 persen, dengan jumlah total penumpang 6.069.554 orang.
Kemudian disusul angkutan laut yang naik 11,05 persen dengan jumlah 932.864 penumpang, angkutan udara naik 5,48 persen (6.880.800 penumpang), dan angkutan penyeberangan naik 0,34 persen (3.350.410 penumpang). Sedangkan untuk angkutan jalan, justru terjadi penurunan sebesar 3,07 persen (2.507.396 penumpang) dibanding tahun lalu. (nwk/try)











































