JK bertemu Dubes Prancis, Bahas soal Manufaktur Pesawat Terbang

JK bertemu Dubes Prancis, Bahas soal Manufaktur Pesawat Terbang

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 13:01 WIB
JK bertemu Dubes Prancis, Bahas soal Manufaktur Pesawat Terbang
Wapres Jusuf Kalla (Ardan Adhi Chandra/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet. Indonesia dan Prancis sepakat meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang transportasi, khususnya pesawat terbang.

"Salah satunya sektor transportasi. Seperti Anda ketahui, Airbus cukup aktif di Indonesia. Tak hanya menjual pesawat ke Indonesia, tapi juga manufaktur dan juga konten lokal yang menjadi salah satu hal prioritas," ujar Berthonnet setelah bertemu dengan Wapres JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2017).

Berthonnet mengatakan kerja sama bidang pesawat terbang ini akan terus dilanjutkan dengan pemerintah Indonesia. Salah satu jenis pesawat yang akan dikembangkan adalah pesawat bertipe small propeller plane (pesawat baling-baling ukuran kecil) yang cukup populer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin melakukan lebih dari ini untuk meningkatkan hubungan udara di daerah Indonesia," ucapnya.

Pada bidang energi, Prancis berencana mengembangkan beberapa proyek untuk mendukung perkembangan infrastruktur, khususnya proyek listrik. "Ini menggunakan baling-baling untuk memproduksi listrik, dan saya kira ini memiliki prospek yang menjanjikan, dan saya harap kita bisa menambah satu atau dua proyek di sini," ucap Berthonnet.

Fokus pembicaraan JK dan Berthonnet juga menyinggung persiapan kedatangan Presiden Prancis Franรงois Hollande ke Indonesia, yang dijadwalkan pada Maret mendatang dan peningkatan jumlah pelajar Indonesia untuk bersekolah di Prancis.

Berthonnet juga menyebut pihaknya terus meningkatkan kerja sama dalam bidang keamanan, terutama dari ancaman terorisme. Prancis menegaskan akan melawan bentuk ancaman teror yang masuk ke wilayahnya.

"Pihak keamanan kita sedang terus meningkatkan kerja sama dengan pertukaran informasi. Dan kita harus bekerja sama untuk memberantas teroris," ujarnya. (fiq/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads