Djarot menyapa warga di Gang Subur Raya, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017), dan menguraikan program Kartu Jakarta Pintar yang saat ini bisa digunakan untuk membeli daging dengan harga murah. Dia mengimbau agar daging itu bisa dinikmati keluarga, terutama anak-anak.
"Kalau kualitas ingin naik itu gizi untuk anaknya jangan untuk ibunya. Supaya anaknya pintar. Makanya KJP bisa beli daging," kata Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yatim-piatu otomatis masuk KJP, biayanya kita tanggung semua. Kalau belum dapat, beri kita datanya. Untuk janda, itu kan ada macam-macam, ada janda muda, janda kaya, janda kembang, ya benar kalau semua janda dipiara senang kita," canda Djarot.
"Janda itu tanggung jawab kita. Kalau janda kembang masih kuat, ya jangan. Sekarang ini janda banyak. Kalau janda tua saya anggap ibu saya, janda muda saudara saya, jangan istri saya dong. Janda kembang jangan. Karena istri saya sudah cantik, baik hati, setia," sambungnya.
Djarot menyapa warga Menteng Atas. (Kartika/detikcom) |
Ada pula warga yang meminta agar kebersihan kali lebih diperhatikan. Terkait dengan kali, Djarot balik mengingatkan kewajiban warga.
"Kita bantu, kali akan kita keruk, ini kan tugas rutin harus diagendakan. Kalau ini lancar, kalinya bersih, otomatis banjir berkurang," ungkapnya.
Djarot mengatakan, untuk mewujudkan lingkungan bersih yang diimpikan, masyarakat harus punya kesadaran saling menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.
"Saya minta tolong, buang sampah tuh jangan sembarangan, bukan ibu-ibu tok, bapak-bapak juga, anak-anak juga. Nggak boleh nyalahin perempuan. Daerah paling elite ya Menteng Atas," urai Djarot.
Djarot kemudian terus melanjutkan blusukannya ke sejumlah gang sekitar. Dia mengakhirinya dengan duduk di satu posko dan berdialog dengan warga. (kst/imk)












































Djarot menyapa warga Menteng Atas. (Kartika/detikcom)