Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkap arus bawah Partai Gerindra tak punya pilihan di Pilpres 2019 selain mengusung Prabowo Subianto. Desakan itu semakin santer. Konon, bulan depan Prabowo akan didaulat untuk nyapres, melengkapi dua pengalaman sebelumnya maju sebagai cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009 dan jadi capres berduet dengan Hatta Rajasa pada 2014.
"Aspirasi dari bawah begitu, kita akan lihat waktu yang tepat untuk deklarasi," kata Fadli Zon kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli tak memungkiri saat ini hubungan Prabowo dengan Presiden Jokowi begitu hangat. Namun bukan berarti keduanya tak mungkin berhadapan lagi di Pilpres 2019.
"Saya kira setelah Pilpres kemarin yang sudah ada berkali-kali pertemuan. Tapi saya kira kalau ketemu lagi di Pilpres 2019 kita akan dewasa dalam berpolitik dan berkompetisi. Biar rakyat nanti yang milih," kata Fadli.
Soal kemudian Prabowo dideklarasikan sebagai capres Gerindra dalam waktu dekat, Fadli menuturkan, itu semua sudah melalui perhitungan yang matang. Ia tak sepakat deklarasi pencapresan Prabowo pada 2017 terlalu dini.
"Malah Golkar sudah dari 2016 mencalonkan Pak Jokowi. Jadi saya kira relatif. Aspirasi di bawah kan sudah semakin mengarah ke konsensus meminta kembali Pak Prabowo untuk maju kembali," kata Fadli.
Lalu apakah kemesraan keduanya akan berlanjut jika berhadapan sekali lagi di Pilpres 2019?
(van/try)











































