Penampakan Kepala Kereta MRT 'Jangkrik' yang Disoal Sumarsono

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 09:02 WIB
Desain lama kepala kereta MRT (Dok. PT MRT Jakarta)
Jakarta - Kepala kereta mass rapid transit (MRT) sempat diubah pada awal Januari 2017. Hal tersebut lantaran kepala kereta yang lama dianggap masih memiliki kekurangan oleh Pemprov DKI.

Berdasarkan gambar yang diperoleh dari PT MRT Jakarta, Selasa (17/1/2017), desain lama kereta tampak berwarna hijau. Desain inilah yang disoal oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono karena dianggap mirip jangkrik.

Menurut Dirut PT MRT William Sabandar, perubahan dilakukan agar muka rel listrik (rolling stock) terlihat lebih modern dengan lengkungan yang halus. Jadi terlihat lebih dinamis dan menarik.

"Serta dapat meningkatkan rasa kebanggaan masyarakat Jakarta atas kereta MRT Jakarta yang pertama ini," ujar William, Senin (16/1) malam.

Penampakan Kepala Kereta MRT 'Jangkrik' yang Disoal SumarsonoDesain baru kepala kereta MRT (Dok. PT MRT Jakarta)
Sementara itu, desain baru kereta MRT tampak didominasi warna hitam dan biru. Desain baru ini atas review Pemprov DKI, Tim MRT, dan Ditjen Kereta Api Kemenhub saat meninjau mock up kereta di Jepang pada Desember 2016.

Perubahan dilakukan tanpa mempengaruhi target penyelesaian dan operasi pada Maret 2019. PT MRT mempertimbangkan batas waktu tersebut untuk merealisasi usulan Sumarsono.

"Kalau diubahnya secara signifikan kan bisa terjadi keterlambatan, molor lagi waktunya, nanti berdampak pada penambahan biaya. Kalau biaya nambah di luar kontrak, nanti kan harus dibicarakan lagi soal pendanaannya," ujar William.

Sebelumnya, Sumarsono mengaku tidak sreg dengan desain kereta untuk MRT. Dia menyebut desain kereta rel listrik (rolling stock) mirip jangkrik.

"Kepala keretanya kayak jangkrik. Untuk membutuhkan re-desain ini, kita akan undang pabriknya, yaitu Nippon Sharyo dan Sumitomo, pekan depan hari Jumat agar dijelaskan secara teknis mengenai muka daripada kepala kereta mock up (contoh) rolling stock," ujar Sumarsono, Senin (16/1).



(rna/fjp)