Panglima TNI: Bisnis TNI akan Ditutup Dalam 2 Tahun

Panglima TNI: Bisnis TNI akan Ditutup Dalam 2 Tahun

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2005 19:20 WIB
Jakarta - Mabes TNI akan menutup bisnis TNI dalam waktu dua tahun. Namun, Mabes TNI tetap akan mengelola koperasi dan lebih mengoptimalkannya sesuai amanat UU TNI. Hal itu diungkapkan Panglima TNI Endriartono Sutarto di Mabes TNI didampingi 3 Kepala Staf TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (12/4/2005).. Bisnis TNI yang sesuai amanat UU No 34 tahun 2004 tentang TNI diputuskan harus segera diakhiri dalam waktu lima tahun kedepan. "Tapi saya putuskan harus kita akhiri paling lama 2 tahun ke depan," janji Endriartono.Endriartono mengataka, langkah ini termasuk melakukan penataan terhadap koperasi yang dikelola TNI dan harus disesuaikan dengan amanat UU itu. "Jadi yang saat ini dikehendaki koperasi dapat melayani prajurit dan keluarganya. Dan tidak melakukan bisnis di luar kepentingan dan kebutuhan prajurit dan keluarganya," ungkapnya.Kenapa diputuskan untuk mengakhiri dalam 2 tahun, kata Endriartono, karena untuk mendorong agar pemerintah dan pihak-pihak yang punya perhatian terhadap masalah kesejahteraan dapat betul-betul mengupayakan kewajibannya itu. "Dengan bisnis yang ada, saya sendiri menyadari dampak negatifnya," katanya, Diharapkan dengan dua tahun ke depan pemerintah bisa memberi kompensasi sehingga kesejahteraan dapat tercapai, lanjutnya.DPR juga harus segera menyetujui anggaran yang diajukan pemerintah agar kesejahteraan prajurit dapat segera ditangani.Untuk itu, kata Endriartono, pihaknya sudah melakukan inventarisir bisnis-bisnis apa saja yang menimbulkan dampak yang tidak baik. "Ini yang pertama kita tutup," tegasnya.Kedua, bisnis yang akan ditutup adalah bisnis yang sekedar untuk menumpang hidup seperti bekerja di perusahaan lain. Sedangkan, tahapan akhirnya adalah bisnis yang sehat yang memberikan keuntungan cukup dan kontribusi bagi kesejahteraan. "Namun ini yang terakhir akan kita tutup," janjinya. (mar/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini