"Tentu kita semua sedih melihat umat Islam di negara-negara Timur Tengah kacau balau, saling membunuh, saling mengebom. Sering saya katakan, kita sedih, karena dulu Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah, namun sekarang warga Suriah, Irak, hijrahnya ke Jerman, ke Italia," kata JK di hadapan ribuan santri dan keluarga Pondok Modern Darul Hikmah, Tulungagung, Senin (16/1/2017).
Orang nomor dua di pemerintah Indonesia ini berharap persatuan dan kesatuan umat semakin kuat, sehingga memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wapres JK berharap keberadaan pondok pesantren bisa menjadi motor penggerak toleransi dengan mengedepankan sikap saling menghormati, baik sesama muslim maupun dengan masyarakat umum lainnya.
Menurutnya, toleransi tidak hanya berlaku untuk kaum minoritas kepada mayoritas, tapi juga umat mayoritas terhadap yang mayoritas.
JK mengatakan, dalam Islam, ajarannya sudah jelas, yakni agamaku agamaku, agamamu agamamu. Dengan menjalankan perintah tersebut, dipastikan seluruh masyarakat bisa saling menghargai dan toleransi.
"Tapi bukan berarti setiap perbuatan yang dilakukan salah satu pihak harus ditoleransi, kalau memang salah ya harus ditegur. Itulah bentuk toleransi yang baik," imbuhnya.
Dalam kunjungannya ke Tulungagung, Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau sejumlah pembangunan, termasuk meresmikan proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dihibahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada yayasan Pondok Modern Gontor. Wapres juga sempat meninjau implementasi pembangunan yang menggunakan dana desa. (rvk/tor)











































