"Langkah pertama, lapangan kerja, soal kebutuhan pokok, kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan, itu yang akan jadi prioritas di tahun pertama," kata Anies di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).
Meski memiliki program yang ditargetkan pada satu tahun pertama, Anies meminta warga tidak memilihnya karena program. Seorang gubernur bisa saja menambah atau mengurangi program saat dia memimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mengingatkan semua warga tidak memilihnya karena program. Yang dipilih adalah orangnya dengan melihat kepemimpinannya.
"Saya mau mengingatkan semua, jangan sampai kita hanya memilih program, karena sebenarnya yang dipilih adalah orangnya untuk melaksanakan program," pungkasnya.
Sementara itu, cawagub Sandiaga akan fokus mengejar 3 target. Salah satunya menciptakan 40 ribu pengusaha baru pada tahun pertama kepemimpinannya.
"Kalau saya akan fokus 3 isu, kita konkret ya, targetnya adalah 40 ribu pengusaha baru pelaku ekonomi baru lahir di tahun pertama. Hari ini kita sudah lihat, belum aja Pilkada kita sudah 2 ribu (ciptakan pengusaha baru)," ujar Sandiaga di tempat terpisah di Jalan Melawai No. 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1).
Pelayanan pendidikan berkualitas akan diterapkan, salah satunya melalui layanan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. KJP dalam program Anies-Sandi bukan hanya bantuan bagi-bagi uang. Bantuan pendidikan tersebut dikatakan Sandiaga juga akan menyasar madrasah dan pesantren pada tahun pertama.
"Kedua, KJP Plus. Kita yakin KJP Plus yang akan menghasilkan bantuan yang bukan semata-mata program hanya bagi-bagi duit. Tapi program-program yang menghasilkan terobosan untuk membantu pendidikan di Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan pesantren dan madrasah. Dan juga mengangkat sampai ke kuliah," jelasnya.
Menurunkan harga bahan pokok juga menjadi prioritas Anies-Sandi pada tahun pertama. Sandiaga mengaku butuh 18 bulan untuk menurunkan harga bahan pokok dengan menyederhanakan rantai distribusi.
"Dan terakhir adalah program 'harga oke'. Program harga oke ini saya perlu 18 bulan untuk memastikan bahwa pasokan aman. Dan juga distribusi dari rantai distribusi produk pangan ini bisa sederhana melalui aplikasi teknologi digital," ujar Sandiaga.
(nvl/imk)











































