Di 2016, 53% Jemaah Haji Indonesia Meninggal karena Sakit Jantung

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 16 Jan 2017 15:51 WIB
Menkes Nila Moeloek (Radian Nyi S/detikcom)
Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek menjelaskan pada tahun 2016 jemaah haji yang meninggal sebanyak 342 jiwa. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya meninggal karena penyakit jantung.

"Penyakit jantung penyebab kematian haji sebesar 53 persen, pernapasan 27 persen. Hal ini penting untuk menjadi perhatian," ujar Nila saat rapat dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).

Namun, Nila menambahkan jemaah haji yang meninggal tahun 2016 mengalami penurunan dari tahun 2015. "Jumlah wafat tahun 2016 yaitu 342 jemaah, menurun dari jumlah 629 jemaah pada tahun 2015," jelas Nila.

Kuota jemaah haji tahun 2017 menjadi 221 ribu. Oleh sebab itu, Kemenkes menyiapkan langkah strategis, salah satunya adalah layanan jemput bola. "Peningkatan kesehatan haji tahun 2017, salah satunya dengan layanan 'jemput bola', membentuk tim promotif preventif," ujar Nila.

Selain itu, ditargetkan penyediaan vaksin meningitis pada bulan April 2017 tersebar merata di seluruh dinas kesehatan provinsi. Hal tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan layanan kesehatan di tanah air.

"Peningkatan layanan di tanah air untuk menyediakan pelayanan kesehatan antara lain penyediaan vaksin meningitis ditargetkan sampai April 2017. Vaksin diterima dinas kesehetan provinsi," pungkas Nila.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengumumkan adanya penambahan kuota haji untuk tahun 2017. Jokowi menyebut kuota haji 2017 buat Indonesia menjadi 221 ribu jemaah dari sebelumnya 168.800.

(dkp/dnu)