Salah seorang pedagang bernama Shihab mencium potensi itu. Dia pun menjual beragam atribut FPI, seperti peci, gantungan kunci, hingga rompi.
Peci FPI jadi barang yang paling laku (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaki, pedagang lainnya, mengaku bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp 500 ribu. Dia menyebut keuntungan yang didapatkan relatif tidak besar karena banyak pula yang berdagang di wilayah itu.
Pernak-pernik lainnya berupa gantungan kunci dan pin (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
"Ada di atas Rp 500 ribu, tapi nggak nyampe Rp 1 juta," kata Zaki.
Pedagang lainnya, Agus, mengaku memang biasa berjualan seperti saat aksi hari ini. Namun pada hari-hari biasa, mereka biasanya berjualan ketika ada pengajian.
Calon pembeli memilih pernak-pernik dan aksesori. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |
"Sering di majelis taklim dan momen-momen Islam lainnya," ujar Agus.
Atribut dan aksesori FPI itu disebut Agus bukan dari pengurus FPI. Dia pun mengaku bukan berasal dari kepengurusan FPI.
"Bukan pengurus, ya berdagang saja," kata Agus.
Ada pula yang menjajakan kalender FPI (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom) |












































Peci FPI jadi barang yang paling laku (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)
Pernak-pernik lainnya berupa gantungan kunci dan pin (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)
Calon pembeli memilih pernak-pernik dan aksesori. (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)
Ada pula yang menjajakan kalender FPI (Kanavino Ahmad Rizqi/detikcom)