Tajudin kembali berkumpul bersama keluarga setelah dipenjara 9 bulan tanpa dosa. Tajudin pulang ke rumahnya di Kampung Pojok, RT 04 RW 10, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (15/1/2017) dini hari.
Di rumah sederhana model panggung itu, Tajudin melepas rindu terhadap istri dan tiga buah hatinya. Sosok pemimpin keluarga yang sempat hilang itu kini telah kembali. Tajudin siap membuka lembaran baru bersama keluarga kecilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya sekarang masih trauma untuk jualan lagi. Soalnya, takut sudah tidak dipercaya sama masyarakat," ia menambahkan.
Tajudin sempat menyandang status terdakwa kasus eksploitasi anak, meskipun akhirnya hakim memberikan vonis bebas lantaran tidak terbukti. Namun alasan itulah yang membuatnya trauma untuk kembali berjualan.
Namun ketakutan Tajudin itu tidak terjadi. Justru masyarakat sekitar menerimanya kembali dengan hangat. Saat Tajudin pulang ke rumahnya Minggu (15/1/2017) dini hari, warga menyambutnya. Mereka senang melihat Tajudin pulang.
"Alhamdulillah, ketakutan saya itu tidak terjadi. Warga justru menerima saya dengan baik dan memberikan dukungan moril kepada saya," ungkap Tajudin.
Berada di penjara selama 9 bulan membuat Tajudin tidak memiliki penghasilan. Sehingga tidak ada modal sedikit pun untuk bisa dimanfaatkan untuk kembali berdagang.
"Mau nyari modal dulu sekarang, mah. Mudah-mudahan pemerintah bisa bantu," kata Mamang Cobek, sapaan Tajudin.
Sang istri Edah Zubaedah (35) mengatakan mendukung penuh segala keputusan Tajudin. Mengingat suaminya merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga. Edah selama ini hanya menjadi ibu rumah tangga.
"Kalau Bapak mau jualan lagi, saya pasti dukung. Karena dari dulu Bapak mencari rezeki dari berjualan," ujar Edah.
(rvk/fdn)











































