Drum Band STIP Dibekukan karena Berpotensi Timbul Kekerasan

Drum Band STIP Dibekukan karena Berpotensi Timbul Kekerasan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 16 Jan 2017 15:12 WIB
Drum Band STIP Dibekukan karena Berpotensi Timbul Kekerasan
Foto: Galang Aji Putro/detikcom
Jakarta - Plt Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Arifin Soenardjo mengatakan pembekuan kegiatan drum band dan pedang pora dimaksudkan untuk mencegah kekerasan. Kedua ekstrakurikuler itu dianggap berpotensi menimbulkan kekerasan dari taruna senior terhadap junior.

"Untuk pembekuan, sementara drum band dan pedang pora. Setelah diinvestigasi, itulah yang berpotensi menimbulkan kekerasan," kata Arifin di kantornya, kompleks STIP, Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (16/1/2017).

Arifin menjelaskan pembekuan kegiatan ekstrakurikuler itu diberlakukan sementara. Nantinya kegiatan tersebut kembali diaktifkan sesuai dengan kondisi STIP pascapenganiayaan yang menewaskan taruna angkatan I Amirullah Adityas Putra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait pembekuan ini, Arifin menyebut muncul argumen penolakan. Tapi keputusan pembukuan tetap dilakukan.

"Ya (reaksinya timbul) pro-kontra. Tapi harus dilakukan agar tidak timbul terus kekerasan. Kita juga sudah jelaskan ke orang tua, ini hanya sementara, tidak permanen. Kalau mau mutus mata rantai (harus dilakukan)," paparnya.

Drum band dan pedang pora diakui Arifin menjadi kegiatan tambahan yang menjadi kebanggaan taruna STIP. Sekitar 80 persen taruna mengikuti ekstrakurikuler tersebut.

Bahkan untuk drum band, para siswa taruna sempat tampil di depan Presiden Joko Widodo. "Contoh kayak kemarin. Amirullah berawal dari drum band. Begitu juga pedang pora, sama. Sebenarnya ini kan ekskul kebanggaan," ucapnya.

Arifin menyesalkan kejadian penganiayaan terhadap Amirullah dan taruna junior lainnya. Ketua STIP pada tahun 2015 ini menyebut larangan kekerasan dalam tujuan membentuk karakter para siswa taruna.

Amirullah tewas setelah dianiaya oleh para seniornya di gedung Dormitory 4 kamar DM-205 lantai 2, Selasa (10/1). Selain Amirullah, ada korban lainnya yang juga jadi korban penganiayaan di ruang ganti atau loker saat dilakukan tradisi serah-terima alat musik drum band.

Lima taruna STIP ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto, Akbar Ramadhan, dan Jakario. (jbr/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini