ADVERTISEMENT

Tongkang Menabrak Jembatan Ampera, Siapa Tanggung Jawab?

- detikNews
Selasa, 12 Apr 2005 17:53 WIB
Palembang - Sebuah tongkang yang menabrak tiang Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) akhirnya dapat ditarik Selasa (12/4/2005) dinihari. Namun belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa yang diperkirakan memperlemah daya tahan jembatan yang berumur 40 tahun itu.Tongkang yang membawa batubara sekitar 6.000 ton itu menabrak Jembatan Ampera, Senin (11/4/2005) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Tongkang berbendera Singapura bernama Topniche 7 Singapore itu, berencana membawa batubara dari pelabuhan PT Batubara Bukitasam, Keramasan, menuju Pelabuhan Boom Baru.Kecelakaan itu tidak memakan korban jiwa, namun membuat lalu lintas di Sungai Musi menjadi kacau. Tongkang yang melintangi dua tiang Jembatan Ampera itu akhirnya dapat ditarik sekitar pukul 01.00."Kami tidak dapat memberikan penjelasan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Sebab wewenang soal Jembatan Ampera dan Sungai Musi adalah Pemerintah Provinsi," kata Kepala Humas Kota Palembang, Thamrin, kepada detikcom, di kantornya Jalan Merdeka Palembang."Namun, sore ini kami akan memberikan laporan kepada Gubernur," kata Thamrin terus menunjukkan video dan foto yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Syaidina kepada pers mengatakan, pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut adalah PT Pelindo. "Kami hanya bertugas mengatur arus lalu lintas di peairan. Kita sudah memberikan warning kepada pengusaha ekspedisi angkutan sungai agar hati-hati melintas di Sungai Musi. Sebab saat ini arus sedang deras dan air pasang serta lalulintas cukup padat," katanya.Sementara PT Pelindo mengatakan belum dapat memberikan penjelasan soal kecelakaan tersebut. "Ini merupakan kewenangan PT Administratur Pelabuhan untuk menjelaskan kejadian yang menimpa tongkang tersebut," kata Asisten Manajer Hukum Pelayanan Pelanggan dan Pengamanan PT Pelindo, Suparly Andriansyah.Kecelakaan itu diperkirakan akibat tongkang oleng atau tidak mampu menahan arus Sungai Musi saat mau melintasi bawah Jembatan Ampera.Sebenarnya, menurut Thamrin, kapal pandu yakni kapal TB Teratai yang berbendera Indonesia, setelah melewati bawah Jembatan Ampera, sudah berusaha menahan tongkang itu agar tetap dalam posisi stabil. Namun, kuatnya terjangan arus Sungai Musi membuat nakhoda kapal pandu tak sanggup mengendalikan tongkang tersebut. Dan brakkk...bagian ujung kiri depan tongkang menghantam tiang penyangga tepat di bagian tengah Jembatan Ampera.Suara yang menggelegar dan getaran hebat pun mengguncang jembatan dan membuat masyarakat yang melintas sontak kaget. Dalam hitungan detik, suasana di atas jembatan langsung ramai oleh kerumunan manusia. Tak ayal, arus lalu lintas sempat padat merayap dan polisi terpaksa turun tangan mengendalikan kemacetan. Sementara di bawah jembatan juga penuh sesak warga yang menyaksikan dari dekat proses evakuasi.Tongkang menabrak Jembatan Ampera memang bukan yang pertama kali terjadi. Hampir setiap tahun pasti ada tongkang yang menabrak tiang Jembatan Ampera. Namun, besarnya muatan batubara yang dibawa tongkang tersebut membuat Jembatan Ampera itu bergetar."Jelas tabrakan itu mengurangi daya tahan Jembatan Ampera. Pasti terjadi keretakan di dalam. Bukan tidak mungkin akan berbahaya buat Jembatan ini ke depan. Umurnya 40 tahun. Tetapi, kita semua ini wewenang Gubernur Sumsel, sebab dia yang berwenang," kata Thamrin.

(nrl/)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT