"Dilakukan pelantikan pada hari libur begini, saya katakan saya tidak mengerti, saya juga belum tanya ke bagian pemerintah desa apakah bisa melantik pejabat itu pada hari libur seperti ini? Oleh karena itu saya melihat bupati ini kelihatannya seperti apa yang saya sampaikan bahwa memang dia kelihatannya tidak punya muka jadi dia tetap acuh dengan permasalahan bahkan yang buat masyarakat jengkel itu tambah emosi," ujar Ignatius kepada detikcom, Sabtu (14/1/2017).
Ignatius menyebut Yantenglie terus berkeliling seolah mencari dukungan. Namun dia yakin bukan dukungan yang akan didapat, tapi kemarahan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ignantius mengatakan emosi masyarakat dapat semakin tersulut yang melihat Yantengli tidak merasa bersalah. Pasalnya apa yang dikenakan kepada bupati tidak hanya hukum positif, tetapi juga ada nilai moral dan etika.
"Itukan pidana yang dia jalankan, tetapi hukum moral etika sebagai seorang pemimpin di daerah dia sudah langgar itu. Itu juga yang kadang-kadang saya dibuat bingung oleh beliau yang tidak sadar dengan perbuatannya," tuturnya. (edo/tor)











































