Menyindir Ahok terkait masalah penggusuran, dia menegaskan tak akan menjalankan kebijakan itu bila nanti memerintah Jakarta. Menurutnya, penggusuran menyengsarakan warga Jakarta.
"Dengan tegas saya katakan, kami akan bangun dan tata Jakarta tanpa menggusur," kata Agus di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (13/1/2017) malam.
"Kami yakin banyak cara lain untuk bisa menata Jakarta, mempercantik kotanya, tapi dengan tidak melukai hati warganya," kata Agus.
Agus juga melemparkan pertanyaan kepada Ahok soal penggusuran. Dia bertanya bagaimana perasaan Ahok yang melihat warganya tergusur.
"Bapak sudah nonton 'Jakarta Unfair'? Itu documentary yang memperlihatkan derita-nestapa warga Jakarta yang hidup sulit, lalu tergusur. Bapak punya alasan menggusur. Tapi bagaimana perasaan Bapak melihat warga yang hidupnya makin sulit dan kehilangan segalanya," ujar Agus.
"Jakarta untuk siapa? Warga mana yang dibahagiakan?" tanya Agus kepada Ahok. Menanggapi pertanyaan ini, Ahok pun sempat menyinggung masalah Rumah Apung.
Ahok juga menanyakan mengenai program kartu Satu Jakarta yang digagas Agus-Sylvi. Dia menyinggung program perbandingan kartu Jakarta One dan Satu Jakarta. Menurut Ahok, program seperti itu sudah dia canangkan sejak pertengahan tahun 2016.
Ahok mengaku bingung kenapa Agus-Sylvi mengeluarkan program yang bertentangan dengan aturan dan mengkopi programnya.
"Itu yang saya sampaikan, kelihatan pasangan (nomor urut) 1 ini nggak ngerti aturan keuangan. Mengapa BI memberikan izin ke kami? Karena kami memiliki database. Saya kira memang kurang mengerti tentang aturan keuangan," kata Ahok.
Menanggapi pernyataan Ahok ini, giliran Agus yang menjawab setelah Sylvi memberikan tanggapan. Dia menyindir pertanyaan Ahok.
"Inilah masalahnya pemimpin yang selalu curiga dengan masyarakatnya sendiri. Selalu pertanyaannya soal bagaimana meyakinkan agar masyarakat tidak masuk penjara. Tadi ditanyakan itu terkait program dana bergulir. Bagaimana kalau memang itu berhasil? Yang kami yakini adalah tujuannya benar. Membantu UMKM," lanjut Agus.
Selain itu, Agus menegaskan pemimpin Jakarta nantinya haruslah memberi contoh yang baik. Menurut dia, pendidikan bukan cuma soal kurikulum, tapi juga bagaimana pemimpin memberi contoh.
"Sebelum kurikulum formal, pemimpin harus punya karakter yang baik. Beri contoh yang baik," tegas Agus.
Bahkan di awal pemaparannya, dia sudah berpengalaman selama 16 tahun dalam menjaga integritas selama berkarier di militer. Dia berjanji akan menjaga integritasnya.
"Jika saya dan Mpok Sylvi terpilih, kami berdua akan menjaga integritas kami. Saya pribadi militer 16 tahun terbiasa menjaga integritas," imbuhnya. (nth/idh)











































