Pandam Wirabuana Mayjen Agus Surya Bakti mengatakan dirinya mengadopsi pendekatan tersebut untuk mengatasi sisa-sisa pengikut gembong teroris Santoso di Sulawesi Tengah.
"Jadi setelah Santoso tertembak, kita ajak masyarakat curahkan perhatiannya ke pertanian, simpatisannya yang paling penting. Paling berbahaya paham radikal, paham teror, itu yang paling berbahaya," kata Agus kepada detikcom ditemui di Hotel Clarion, Kota Kendari, Jumat (13/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal bintang dua ini berujar, para simpatisan Santoso di Poso diarahkan pada kesibukan bertani. Para bintara TNI juga dikerahkan membantu menggerakkan pertanian di eks daerah konflik tersebut.
"Itu jadi penangkal yang kuat. Pendekatan keamanan nggak selesaikan masalah, yang ada malah nambah masalah. Maka pendekatan kita dengan kesejahteraan lewat sawah. Ini sedikit mampu meredam di sana setelah Santoso tertembak," ujar Agus. (idr/idh)











































