Abdul Aziz, ketua tim pemenangan paslon nomor urut 1 yang juga merupakan anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengomentari integritas Agus-Sylvi. Dia mengajak para pendukung untuk tidak terprovokasi saat diminta membuktikan integritas Agus-Sylvi.
"Kata-kata kunci paslon kita adalah soal integritas. Maksud saya sederhana, kita yang mendukung harus hati-hati. Paslon kitalah yang punya integritas dan terbukti punya intregitas. Kita mesti jaga diri dari macam-macam provokasi. Maka kita jadi pasukan untuk mendukung paslon kita untuk menang," ucapnya dalam acara nobar Debat Pilkada DKI 2017 di Wisma Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2017).
Sementara itu, Didi Irawan menyoroti program Agus-Sylvi yang sempat dianggap sebagai politik uang. Dia mengatakan, sempat mengklarifikasi hal itu ke Bawaslu.
"Program bantuan Rp 1 M sempat dituduh sebagai money politics dan dilaporkan ke Bawaslu. Saya fight, saya meyakinkan kalau ini adalah program yang akan dibahas di DPRD jika nantinya Agus-Sylvi terpilih. Alhamdulillah, ini bukan pelanggaran kampanye," papar Didi yang merupakan anggota Partai Demokrat dan ketua tim advokasi Agus-Sylvi.
Komentar lain datang dari Ramadhan Pohan. Dia menilai cara penyampaian para paslon dalam debat perdana kali ini.
"Tadi pak Djarot salah nyebut angka, program bantuan Rp 1 M dia bilang Rp 10 M. Kalau Pak Anies ini bahasanya terlalu tinggi. Yang disampaikan melalui bahasa, itu kelebihan Agus-Sylvi, mudah ditangkap," komentar anggota Partai Demokrat itu. (erd/erd)











































