detikNews
Jumat 13 Januari 2017, 22:08 WIB

Debat Cagub DKI

Debat Panas Ahok vs 'Dosen' Anies Baswedan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Debat Panas Ahok vs Dosen Anies Baswedan Anies Baswedan (Foto: Hasan Al Habshy)
FOKUS BERITA: Debat Final Pilkada DKI
Jakarta - Debat Pilkada DKI Jakarta 2017 masuk ke tahap sesi ke-5 yakni tanya jawab antarkandidat. Calon nomor urut 3 Anies Baswedan bertanya kepada calon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal pembangunan.

"Bicara sosial ekonomi bicara manusia, artinya mutu manusia. Kami mengatakan sejak dulu konsentrasi manusia jangan hanya pembangunan benda-benda mati yang indah di foto, justru pembangunan kualitas. Apa strategi peningkatan mutu untuk meningkatkan mutu kesejahteraan dan pendidikan di Jakarta?" tanya Anies saat debat Pilgub DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).

Menjawab hal itu, Ahok mengatakan pembangunan fisik tetap penting. Ahok menegaskan pembangunan secara fisik sudah dikaji untuk pembangunan masyarakat.

"Kami tidak hanya bangun fisik, kami ingin perbaiki orang. Kami bangun fisik, danau, sungai rapi, ini benda mati. RPTRA ini benda mati tetapi dikaji dengan penataan sosial agar masyarakat betah," jelas Ahok.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat saat debat Pilgub DKIBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat saat debat Pilgub DKI Foto: Hasan Al Habshy

Ahok pun mengatakan pembangunan manusia tanpa pembangunan fisik adalah teori. Ahok mengatakan Anies adalah dosen.

"Kalau membangun manusia tanpa benda mati itu ibarat teori, dosen ngajar di kampus tapi nggak ada action. Kami tahu tujuan dan visi ya harus membangun fisik dan memperhatikan SDM. Saya kira calon nomor 3 ini dosen," kata Ahok kepada Anies.

Menanggapi hal itu, Anies mengatakan bahwa jawaban yang dilontarkan Ahok tidak sesuai konteks. Anies menyeru kepada Ahok bahwa kerja harus dengan gagasan.

"Saya rasa sederhana, bagaimana membangun manusia. Jawaban tadi nggak nyambung, karena itu Pak Basuki jangan kerja, kerja, kerja, tapi harus dengan gagasan," ujar Anies.

"Kalau anda meremehkan kata-kata, anda memecah belah warga Jakarta. Bangun pendidikan penting, lebih dari sekolah semata, masalah transportasi pengemudi tanpa peningkatan proses pendidikan," sambung Anies.

Ahok pun memamerkan Provinsi DKI Jakarta memperoleh 4 piagam dari Bappenas karena indeks pembangunan manusia. Selain itu, Ahok mengatakan sudah memberdayakan sopir dari Transjakarta.

"Misal sopir bus, Transjakarta ambil alih semua dari swasta, kami bayar rupiah per kilo karena perusahaan lama tidak sanggup bayar 2 kali UMP. Visi kami terukur, yakni indeks pembangunan manusia. Kita terima 4 piagam dari Bappenas," pamer Ahok.
(dkp/van)
FOKUS BERITA: Debat Final Pilkada DKI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com