Menurutnya, Ahok-Djarot dapat unggul. Sebab, lanjutnya, pasangan ini sudah punya pengalaman dalam pemerintahan. Dengan demikian, pada debat nanti, paslon nomor urut 2 ini dapat memaparkan program serta visi-misi berdasarkan fakta dan data.
"Saya optimistis Pak Ahok dan Pak Djarot unggul ya. Karena mereka sudah pengalaman, sehingga apa yang diucapkan semuanya berdasarkan fakta dan data," kata Grace di DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim Nomor 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2017).
Sebagaimana diketahui, PSI sendiri sudah mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot. Grace melihat pasangan ini sudah padu dalam membagi peran dalam debat. Dia juga menyoroti soal perangai Ahok yang menurutnya sudah lebih kalem dalam mengendalikan diri.
"Kalau saya lihat dari debat-debat sebelumnya, duet Pak Ahok dan Pak Djarot sudah enak banget, ya. Saling melengkapi dalam menghadapi pertanyaan," ucap Grace.
"Pak Ahok pun sudah semakin adem dan kalem. Lebih cool-lah, ya. Tidak impulsif lagi. Harusnya sih semakin matang. Karena ke sini-sininya, dia kelihatan semakin pengendalian dirinya semakin bagus. Ritme dan timing-nya juga semakin bagus," imbuhnya.
Menurut Grace, dalam debat, yang paling dibutuhkan adalah kemampuan menyampaikan poin penting dalam waktu terbatas. Apalagi, dalam debat, kandidat lain akan melontarkan pancingan. Maka, menurutnya, perlu trik dalam menyiasati waktu singkat itu.
"Karena debat kan ada banyak yang mau kita sampaikan, tapi waktunya kan singkat. Belum lagi kalau terpancing oleh pancingan-pancingan paslon lain. Itu kan harus dibagi waktunya. Saya pikir trik yang paling penting di situ. Mesti meng-counter pasangan lain sambil jangan sampai ketinggalan poin-poin pentingnya dalam waktu yang sangat singkat," tuturnya.
Pada debat yang pertama ini, acara digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Para paslon akan beradu gagasan terkait dengan tema yang diusung, yakni sosial-ekonomi, lingkungan, transportasi, pendidikan, dan keamanan warga.
Debat akan dibagi menjadi enam segmen dan dipandu oleh Ira Koesno sebagai moderator. Sedangkan untuk panelis, KPU DKI telah memilih empat orang dari kalangan akademisi dan profesional.
Mereka ialah Dr Imam Prasodjo, yang merupakan dosen Universitas Indonesia; Prof Dr Aceng Rahmat MPd, selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta; Dr Yayat Supriyatna selaku dosen Universitas Trisakti; dan Dr Enny Sri Hartati, yang merupakan Direktur Indef. (jbr/erd)











































