Debat perdana Cagub-Cawagub DKI berakhir. Pasangan calon saling bersalaman satu sama lain. Moderator menyampaikan debat selanjutnya akan digelar pada 27 Januari 2017.
"Dengan ini debat berakhir. Debat selanjutnya akan digelar pada 27 Januari. Terima kasih dan sampai jumpa," kata Ira Koesno selaku moderator.
Foto: Hasan Alhabsy |
Calon gubernur nomor urut 1 Agus Yudhoyono mengatakan,"Kami ada di sini untuk berkompetisi, mendapatkan kesempatan bahwa kami bisa memperjuangkan warga Jakarta."
Usai menyampaikan jawaban itu, pendukung Agus-Sylvi langsung tepuk tangan dengan meriah.
Moderator langsung menyampaikan salam penutup.
Foto: Hasan Al Habshy |
Foto: Hasan Al Habshy |
Saat ditanya moderator soal amanah menjadi gubernur dan tidak tergoda untuk menjadi capres, Ahok memilih untuk diam. Jawaban tersebut diberikan oleh pasangannya, Djarot.
"Pikiran kami curahkan untuk warga Jakarta. Kami adalah pelayan warga Jakarta dengan tulus. Jakarta adalah kota yang bisa kita banggakan," jawab Djarot.
Ahok hanya tersenyum saat Djarot menjawab pertanyaan.
Anies Baswedan menanggapi pertanyaan moderator. Menurutnya, ia bersama Sandiaga Uno diberi amanah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKS Sohibul Iman untuk memimpin DKI jika terpilih.
Foto: Hasan Al Habshy |
"Ketika tegas jadi cagub ini amanat untuk dituntaskan dan amanat Bapak Prabowo, Sohibul Iman memimpin Jakarta tuntas 5 tahun. Bukan memimpin barangnya tapi akhlak karakternya," jawab Anies.
Dalam sesi terakhir, moderator menanyakan apakah paslon akan tetap memegang amanah sebagai gubernur dan wakil gubernur dan tidak tergoda untuk maju menjadi presiden?
Cawagub Sylviana sempat menyindir Anies Baswedan sebelum bertanya.
"Selamat malam Pak Menteri...Eh Pak Anies," sindir Sylvi.
"Jakarta ini kok ketegangan sosial keamanan kriminalitas boleh dikatakan termasuik yang terburuk. Bapak kebetulan seorang pendidik tentu punya kisi-kisi yang baik supaya kriminalitas nggak meningkat agar masyarakat merasa Jakarta layak untuk dihuni," kata Sylvi.
Foto: Hasan Alhabsy |
Anies menjawab,"Mari kita sadari pemimpin untuk bisa membuat suasana bersama persatuan karena itu pemimpin harus bisa berdialog dengan semua bukan teori.
Cagub Anies Baswedan mendapat giliran untuk bertanya kepada Ahok soal pendidikan di Jakarta. Ahok pun langsung menanggapi.
"Kebijakan kami bukan hanya membangun fisik jembatan. Bagaimana mau sekolah dan ibadah kalau tempatnya banjir? memperbaiki orang bagaiaman mau sekolah dan ibdaha kalo tempatnya banjir. Kami bangun sheet pile, danau, bukan benda mati. Kalau hanya membangun manusia tidak bangun benda mati itu namanya teori, ngajar di dosen. Cuma ngomong saya mau bangun ini itu, nggak ada aksinya, tujuan harus terukur dan membangun," kata Ahok sambil menyindir.
Foto: Hasan Al Habshy |
Anies kembali menyerang,"Jawabannya nggak nyambung sama sekali. Pak Basuki jangan kerja kerja kerja."
Ahok mempertanyakan program dana bergulir Agus-Sylvi 'Satu Jakarta'. Ahok menyebut telah meluncurkan Kartu Jakarta One dengan Bank Indonesia. "Bagaimana pasangan nomor 1 melakukan program ide yang bertentangan dengan aturan dan copy bolak balik kami. Solusi seperti apa yang akan dihadirkan," tanya Ahok.
Foto: Hasan Al Habshy |
Sylvi menjawab,"Kami bukan hanya melaunching tapi merealisasi. KJP banyak keluhan kenapa banyak terlambat? Pendidikan tanggung jawab pemerintah."
Debat sesi kelima dimulai. Antar pasangan calon saling menyerang dengan memberikan pertanyaan terhadap program. Bagian pertama yakni giliran Ahok bertanya kepada Agus-Sylvi soal dana bergulir dan program Satu Jakarta.
Foto: Hasan Al Habshy |
Anies bertanya kepada pasangan calon nomor urut 1," Bagaimana cara paslon satu untuk membentuk Timpora yang datang dari luar Jakarta."
Sylvi menjawab,"Insya Allah kami menyiapkan modal bergulir Rp 50 juta per unit usaha dann 0 persen untuk bunganya ini bukan hanya untuk bergulir."
Anies menyindir,"Saya rasa ibu Sylvi tidak mengerti pertanyaan. Timpora adalah tim pengawasan orang asing."
Foto: Hasan Al Habshy |
Dalam debat sesi keempat, Djarot bertanya kepada pasangan calon nomor urut 3. "Bagaimana moratorium mobil mewah dapat mengurangi kemacetan di Jakarta?'
Sandiaga menjawab," Saya lihat banyak artis menggunakan mobil mewah. Lewat moratorium, pejabat bisa berganti naik transportasi umum. Itu mengurangi kemacetan."
Foto: Hasan Al Habshy |
Mendengar jawaban Sandiaga, Djarot bereaksi," Pajak dari mobil mewah dapat digunakan untuk pembangunan di DKI. Untuk transportasi massal kami ada TransJakarta dengan harga Rp 3.500."
Di sesi empat, antar pasangan calon saling bertanya satu sama lain. Agus Yudhoyono bertanya kepada Ahok soal penggusuran.
"Bagaimana perasaan Bapak saat memimpin, melihat warga yang kehidupannya semakin sulit. Kehilangan segalanya mereka disegel dan terhempas dari Jakarta selama-lamanya. Jakarta ini untuk siapa dan warga mana yang akan kita bahagiakan?
Ahok menjawab,"Paslon satu hanya melihat beberapa daerah. Dulu di satu willayah bisa 3 minggu tenggelam karena banjir. Sekarang hanya berjam-jam saja. Kami bukjan menyingkirkan orang. Banyak warga bersyukur keluarganya aman Jangan heran masih ada 400 titik kalau hujan tergenang banjir karena pembangunan rusun belum siap."
Foto: Hasan Al Habshy |
Sylvi menanggapi,"Saya jadi bingung. Bagaimana ya dengan Bukit Duri kok bisa menang ya? Itu yang saya pikirkan apa kemenangan itu semu atau artinya enggak bermakna? Kalau jadi pemimpin harusnya bisa evaluasi."
Ahok kembali menanggapi.
"Kadangkala saya baca berita Ibu Sylvi waktu datang ke Krukut, warga harus ceerdas kita bukan gusur kita menata sementara paslon mengatakan kita bikin rumah terapung. Saya nggak ngerti bagaimana sungai tinggal 5 meter, bagaimana mau dibalikin tanpa merobohkan. Tapi ya sudahlah namanaya pengen jadi gubernur kan," ujar Ahok.
Anies mengatakan,"Saat kami mendatangi suatu daerah ada yang bertanya mengapa kontrak politik soal kampung deret lima tahun lalu sampai sekarang kok nggak dilakukan. Kini saya akan lakukan."
Foto: Hasan Al Habshy |
Ahok membela dirinya yang selama ini dinilai hanya membela kaum kaya di ibu kota.
"Kami jelaskan, seolah kami enggak suka orang miskin. Anak-anak di DKI dapat Rp 18 juta setahun. Harus pakai uang nontunai. Mereka bisa beli daging juga. Jangan menjadikan pilkada ini jadi sarana yang tidak mendidik," kata Ahok.
Foto: Hasan Al Habshy |
Cawagub nomor urut 1 bertanya,"Warga harus bayar sewa Rp 300 ribu, ada 1.000 hektar willayah kumuh, kami ke bergerilya 44 kecamatan. Kami ke rumah susun dan mereka bertanya kenapa kami harus sewa. Mereka juga mengatakan kami tidak bisa membayar sewa dan jika tidak terbayar kami akan terusir dari rusunawa."
Pertanyaan ditujukan untuk paslon dua dan tiga.
Foto: Hasan Al Habshy |
Cagub Anies Baswedan menjelaskan dirinya bersama Sandiaga Uno perlu memerhatikan soal penggusuran. Caranya melalui Urban Renewal yang juga telah dilakukan di kota-kota lain di dunia.
"Urban Renewal akan kami lakukan. Dalam melakukannya harus mempertimbangkan satu prosedur dengan keadilan sesama warga Jakarta. Pemindahan dilakukan dengan memperhatikan hak dan penghidupan," kata Anies.
Sementara itu Agus Yudhoyono menanggapi,"Gedung beton hanya benda mati rohnya adalah manusia. Jangan hanya membangun badan tapi bangun. Kalau kita bersatu, Insya Allah Jakarta ini dapat kita bangun lebih baik."
Foto: Hasan Al Habshy |
Djarot menanggapi pertanyaan dari moderator. Menurutnya warga DKI tidak boleh tinggal di bantaran kali. Mereka tidak boleh tinggal di kolong jembatan. Kami sediakan rusun. Ukuran 36 meter persegi ada dua kamar. Biaya hidup kita tanggung. Kita subsidi kehidupannya. Transportasi, pendidikan dan kesehatan."
Debat masuk ke sesi ketiga.
Foto: Hasan Alhabsy |
"Program penertiban kawasan kumuh penanggulangan banjir ada kendala dari warga yang tidak ingin digusur atau pindah ke rusun. Bagaimana cara paslon menghadapinya. Apakah paslon akan melakukan penggusuran? Waktu 5 menit," kata moderator.
Masing-masing pasangan calon menanggapi program. Cawagub Djarot bertanya kepada paslon nomor urut 1 dan 3,"Bantuan Rp 1 Miliar untuk RT RW supaya mereka nggak salah mempertanggungjawabkan bagaimana dan nggak masuk penjara?"
"Untuk pasangan calon nomor 3, bagaimana cara menyiapkan 200 ribu pengusaha?"
Sandiaga Uno menjawab,"Saya sudah lama membina UMKM. Pentingnya itu harus ada pendampingan seluruh pengusaha. Kami punya program OK OCE."
Foto: Hasan Al Habshy |
Sementara Agus, sempat mempertanyakan sebab sesi ini hanya untuk menanggapi program. Ia sekaligus menjelaskan bahwa BLS hanya sementara dan ia menegaskan tidak ada program bagi-bagi uang.
Anies mengatakan untuk mengatasi ketimpangan sosial di DKI, ia akan menyediakan 'kolam' bagi warga DKI. Salah satunya lewat menyediakan lapangan kerja dan menciptakan wirausah
"Paslon pertama beri ikan dan opaslon dua beri kail. Kami memastikan kolamnya. Kemiskinan bukan masalah sosial tapi peningkatan kesejahteraan," ujar Anies.
Ahok mengatakan GINI Rasio di DKI saat ini sudah beda dengan GINI Nasional. Begitupun angka pengangguran yang disebutnya turun.
"Gap nasional berhasil turun. Hal itu kita lihat sebagai keberhasilan," jawab Ahok.
Untuk mengatasi masalah ketimpangan sosial di DKI Jakarta, Agus Yudhoyono mengatakan tak hanya menawarkan Bantuan Langsung Sementara (BLS) tapi juga peningkatan di sektor perekonomian.
Foto: Hasan Al Habshy |
"Angka kemiskinan di DKI masih cukup besar. 360 ribu keluarga yang tergolong miskin dan kurang mampu. Kami tak hanya menawarkan BLS. Kami juga meningkatkan Economic Growth with Equity," jelas Agus Yudhoyono.
Moderator memulai sesi debat kedua. Tiap pasangan calon boleh mengkritik program. Pertanyaan untuk debat sesi kedua yakni soal ketimpangan rasio kaya dan miskin di DKI yang tak kunjung ubah,
Cagub Agus Yudhoyono mendapat giliran pertama untuk menjelaskan.
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan visi misi soal pembangunan sosial dan ekonomi di Jakarta. Pendidikan berkualitas dan membasmi narkoba menjadi hal yang diutamakan Anies-Sandiaga jika terpilih.
Foto: Hasan Al Habshy |
"Kita ingin akses pendidikan berkualitas dan tuntas. Kita ingin orang tua mengantarkan anak ke sekolah dengan tenang. Kita didik sehingga akhlak karakter anak-anak menjadi kompeten," ujar Anies.
Cagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan visi-misi untuk membangun Jakarta dalam lima tahun ke depan. Menurutnya pembangunan manusia penting dan telah diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia.
"Cara untuk mewujudkan visi misi kami salah satunya melalui reformasi birokrasi yang bersih, transparan dan profesional," kata Ahok.
Foto: Hasan Al Habshy |
Ahok menjelaskan, selama ini masih banyak warga DKI yang masih melihat sosok dirinya ketika memimpin dengan gaya tempramental namun ia bersyukur sebab ia dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga DKI.
Cawagub Djarot menambahkan, reformasi birokrasi yang Bersih, Transparan dan Profesional menjadi hal penting dalam pembangunan di DKI.
"Reformasi birokrasi adalah otot pembangunan. Birokrasi harus bersih, transparan dan profesional untuk mencapai sasaran kita membangun Jakarta. Otak, perut dan dompet harus penuh," jelas Djarot.
Moderator mempersilakan bagi pasangan Cagub-Cawagub DKI untuk menyampaikan visi dan misi mereka. Pasangan nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni giliran pertama yang menyampaikan.
"Visi saya menjadikan jakarta maju aman adil dan sjeahtera untuk dapat mewujudkan itu semua komitmen dan misi semua menigkatkan pembangunana sehingga Jakarta semakin maju meningkatkan ekonomi daerah, meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru. Meningkatkan pendidikan dan transportasi umum. Meyakinkan hadiirnya rasa aman dan adil bagi Seluruh warga Jakarta," kata Agus.
Foto: Hasan Al Habshy |
Selain itu, Agus mengatakan memiliki 10 program unggulan yang akan dijalaninya jika terpilih menduduki kursi DKI 1 nanti. Salah satunya lewat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 5 juta tiap satu keluarga.
"BLT Rp 5 juta untuk satu keluarga miskin per tahun. Selain itu untuk memberdayakan komunitas RT RW Rp 1 miliar per tahun. Untuk lingkungan kami punya konsep Smart, Creative and Green City," papar Agus.
Sebelum debat dimulai, Moderator Ira Koesno menyapa setiap pasangan calon dan menyalami mereka.
"Saya mau mengecek tangan lebih dingin saya atau paslon," kata Ira Koesno.
Moderator menyampaikan pertanyaan disusun oleh panelis. Ia juga memperkenalkan para panelis yakni DR Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof Dr Aceng Rahmat, MPd (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), Dr Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti), dan Dr Enny Sri Hartati (Direktur Indef).
"Tema debat malam ini yakni pembangunan sosial ekonomi," ujar Ira.
Sebelum debat dimulai, Moderator Ira Koesno menyapa setiap pasangan calon dan menyalami mereka.
"Saya mau mengecek tangan lebih dingin saya atau paslon," kata Ira Koesno.
Moderator menyampaikan pertanyaan disusun oleh panelis. Ia juga memperkenalkan para panelis yakni DR Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof Dr Aceng Rahmat, MPd (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), Dr Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti), dan Dr Enny Sri Hartati (Direktur Indef).
"Tema debat malam ini yakni pembangunan sosial ekonomi," ujar Ira.
Ketua KPU DKI memperkenalkan empat panelis dalam debat malam ini yakni DR Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof Dr Aceng Rahmat, MPd (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), Dr Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti), dan Dr Enny Sri Hartati (Direktur Indef).
Ketua KPU DKI Sumarno memberikan sambutan. Ia menyapa setiap pasangan Cagub-Cawagub.
"Tema besar debat adalah pembangunan sosial ekonomi. Ini mengawali rangkaian debat Cagub-Cawagub yang akan diselenggarakan selama tiga kali," kata Sumarno.
Menurut Sumarno, debat akan menguji integritas, leadership dan komitmen untuk membangun Jakarta selama 5 tahun ke depan.
Ketiga pasangan calon sudah berada di atas panggung. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai debat.
Calon Gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan telah tiba di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.15 WIB. Ia tiba mengenakan kemeja berwarna putih. Sambil tersenyum, Anies mengatakan siap untuk menjalani debat yang akan dimulai pukul 20.00 WIB nanti.
Tak berapa lama kemudian, pasangan Anies Baswedan, Sandiaga Uno tiba di Hotel Bidakara.
Mereka akan saling beradu gagasan sosial ekonomi dengan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tiba di Hotel Bidakara untuk menjalani acara debat kandidat malam ini. Keduanya tiba disambut yel-yel pendukungnya.
Pantauan detikcom di lokasi, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017), Agus dan Sylviana tiba sekitar pukul 18.20 WIB. Teriakan dukungan menyambut keduanya.
"Agus-Sylvi menang. Agus-Sylvi menang," ujar pendukung.
Sementara itu, Agus berkata debat ini penting agar publik Jakarta benar benar memiliki gagasan dan komitmen yang dia tawarkan untuk menjadi solusi bagi perubahan Jakarta. Agus berkata dia sudah siap dengan segala pertanyaan.
"Ini kan debat acaranya. Jadi kita siap dengan pertanyaan yang akan diajukan panelis," ujarnya.
Cagub nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah tiba di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Sementara pasangannya, Djarot Saiful Hidayat tengah dalam perjalanan.
"Pak Ahok sudah ada di sini. Saya akan ketemu dengan beliau dan untuk beri support juga. Ibu Mega akan datang ke sini. Saya sebagai petugas partai menunggu," kata Ketua Tim Pemenangan Prasetio Edi Marsudi di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).
Debat akan dipimpin oleh Ira Koesno sebagai moderator. Empat panelis dalam debat yakni DR Imam Prasodjo (dosen Universitas Indonesia), Prof Dr Aceng Rahmat, MPd (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta), Dr Yayat Supriyatna (dosen Universitas Trisakti), dan Dr Enny Sri Hartati (Direktur Indef).
Debat perdana ini akan mengangkat tema pembangunan sosial-ekonomi untuk Jakarta. Ada beberapa isu utama, di antaranya seputar sosial-ekonomi, lingkungan, transportasi, serta pendidikan dan keamanan warga.