Sandiaga yang menggunakan kemeja putih tampak meninggalkan kediamannya di Jalan Pulombangkeng No.05, Kelurahan Selong, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) pukul 17.00 WIB. Cawagub nomor urut 3 itu menaiki mobil Nissan Grand Livina berwarna silver dengan plat B 1729 NOD.
"Kami (dengan Anies) berangkat sendiri-sendiri saja, nanti langsung ketemu di sana. Ini mau ke rumah Ibu dulu, mau sungkem," ujar Sandiaga sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.
Iring-iringan rombongan sebanyak 3 mobil kemudian berjalan menuju rumah ibu Sandiaga, Ibu Mien Uno di Jalan Galuh II No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sandiaga hanya tampak bersama dua asistennya di dalam mobil. Tidak nampak istri, anak-anak, ataupun kerabat lainnya dalam rombongan tersebut.
Sekitar 1 jam Sandiaga menemui ibunya di dalam sebuah ruangan. Sandiaga kemudian menundukkan kepala di bawah pangkuhan sosok yang telah melahirkannya itu sambil mencium tangan. Dengan haru Mien Uno kemudian mendoakan anaknya.
"Semoga lancar, semoga bisa meyakinkan," ujar Mien Uno ke Sandiaga dengan isak tangis.
Kepada Sandiaga Mien Uno berpesan kepadanya agar tidak gugup saat debat nanti. Dia menyarankan Sandiaga untuk selalu menjaga intonasi kata. Hal ini agar mudah dipahami khalayak.
"Yang utama sekali kita, tampil di depan publik terus gugup itu biasa. Tarik nafas yang dalam, sabar, dan baca bismillahirrahmanirrahim," ujarnya
"Dan kita bicaranya jangan terlalu cepat, karena tidak semua orang bisa menangkap ucapan kita. Dan buka mulut, biar kelihatan gigi atas dan gigi bawah," tambahnya sambil membuka mulut.
Ahli bahasa tubuh selama 50 tahun itu kemudian meminta Sandiaga untuk tidak tinggal diam jika data yang disebutkan saat debat dibilang salah. Dia menegaskan kepada putranya untuk jangan mau disalahkan.
"Kalau lawan kita mengatakan datanya salah, jangan hanya diam saja. Beri pertanyaan kembali, oh ternyata data yang di majalah ini salah ya pak. Jangan mau disalah-salah kan, kita harus membuktikan bahwa ternyata datanya demikian," jelasnya.
Dia kemudian menegaskan kepada putranya untuk tidak terlihat lebih pintar dari audiens. Sandiaga dikatakannya harus yakin atas apa yang dikatakan.
Terakhir, dia mengatakan jika hanya 10 pesan yang dapat diterima oleh seorang pendengar. 90 persen sisanya adalah bagaimana seorang pembicara meyakinkan dengan bahasa tubuh.
"Karena orang itu sebetulnya melihat kita yang berekspresi dengan meyakinkan. Orang bisa melihat, oh ternyata dia paham. Dan jangan pernah e e e (terlihat ragu dan gugup)," pungkasnya.
(nvl/imk)











































