MPJ juga mengajak umat Islam mengawal agar Pilkada DKI kali ini tidak dikotori praktik money politics. "Kita ajak (ustaz) untuk menyadarkan umat untuk ikut Pilkada, jangan abstain, jangan golput. Yang kedua, ngajak mereka untuk ngawal money politics, jangan sampai terkena money politics," kata anggota Dewan Syuro MPJ, Ahmad Lutfi, saat menyampaikan keterangan pers di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
Ahmad Lutfi menambahkan MPJ juga mengajak semua ustaz dan umat Islam di Ibu Kota mengawal suara jangan sampai ada yang kurang. Kalaupun pasangan calon gubernur-wakil gubernur muslim kalah, MPJ harus bisa menerima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahmad Lutfi, gerakan menggerakkan ustaz ini akan dimulai dari sekarang sampai hari pemungutan suara pada 15 Februari nanti.
Ketua Media Center MPJ Ustaz Erick Yusuf menambahkan, pada 12 Februari nanti, pihaknya akan menggelar khataman. Pada 13, 14, dan 15 Februari, akan diadakan iktikaf. Pagi harinya, tepat di hari pemungutan suara, MPJ akan mengajak umat Islam melaksanakan salat fajar.
"Salat fajar untuk menangkis serangan fajar, karena kan dekat-dekat situ ada serangan fajar, dikasih duit dan lain lain," kata Erick.
Terakhir, kata Erick, MPJ akan mengajak 13 ribu mujahid menggelar real count Pilgub DKI. "Kita akan mengumpulkan insya Allah 13 ribu mujahid, yang nanti digerakkan semua oleh masjid-masjid Jakarta di seluruh wilayah. Kemudian yang terakhir adalah mempunyai satu program yang namanya Real Quick Count, yang tadi dijelaskan dengan zero margin error tadi," papar Erick. (erd/van)











































