Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pekerjaan mereka harus benar-benar tersampaikan. Dia tidak mau jajarannya itu bekerja secara asal-asalan. Dia pun mengkritik kinerja pengajar STIP.
"Guru dan dosen itu profesi yang mulia. Biasanya mereka bermimpi tentang hal baik. Tapi saya yakin, Anda tidak bermimpi tentang itu. Mimpi itu bagian dari niat. Kalian harus punya mimpi, anak seperti Amirullah seharusnya dapat menjadi anak saleh dan pelaut yang dibanggakan. Kalau hanya berpikir gaji, hal itu tidak akan tercapai," ucapnya di Ruang Nanggala, Gedung Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin, kalian jadi kebanggaan baru. Kalau menonjolkan sikap individu, kalian tidak akan menjadi orang terpuji. Orang tua kalian ingin Anda semua menjadi orang yang berguna. Ini menjadi kebanggaan," imbuh dia.
Budi melanjutkan Kemenhub mendirikan sekolah transportasi bukan untuk menjadi ajang berkelahi dan menyiksa. Dia menginginkan para taruna menjadi panji dan duta bangsa yang bisa dibanggakan.
"Bila kebanggaan itu ada dan kalian tidak mengikuti, kalian akan sia-sia dan menyesal. Berkompetisilah. Saya yakin, kalian sempurna secara fisik, saya harap juga soal moral. Anda tahu, Anda sedang ditempa. Jika Anda sadar, tidak akan ada keinginan untuk menyakiti," pesan Budi.
Atas kejadian yang menimpa Amirullah, Budi mengaku kecewa dan sedih. Namun dia tetap optimistis taruna sekolah transportasi di lingkungan BPSDM Perhubungan akan bisa membenahi dirinya.
"Bila ada semangat dan mimpi untuk menjadikan sekolah kita sekolah unggulan, anak kita akan baik dan berprestasi," pungkasnya. (rvk/fdn)











































