Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kejadian yang menimpa Amirullah adalah hal yang memalukan. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan tersebut di Ruang Nanggala, Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2017).
"Kita ketahui bahwa STIP ini bersejarah. Pada 1953 didirikan oleh Ir Soekarno. Ada suatu kebanggaan tertentu, tapi memang ironis dan memalukan karena terjadi suatu kejadian seperti kemarin yang mengikuti kejadian sebelumnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana bisa kita tidak mempersiapkan diri untuk menanggulangi kejadian seperti ini? Bagaimana kita bertanggung jawab ke masyarakat, saat mereka sekolah malah diajari kekerasan? Saya minta kita lakukan self correction," imbuhnya.
Budi pun mengaku bingung terkait akar masalah atas kejadian yang terus berulang itu. Dia tak segan mengkritik kinerja guru dan dosen yang hadir dalam acara tersebut.
"Apakah proyek ini menyelesaikan kebutuhan masyarakat? Jadi, guru dan dosen, setelah Anda selesai mengajar, itu bukan berarti selesai. Anda harus memberi kasih sayang kepada anak-anak taruna kita," pungkasnya. (nwk/nwk)











































