Hal itu diungkapkan Hendrar saat memimpin apel terpusat karyawan-karyawati Pemerintah Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Jumat (13/1/2017).
"Di awal tahun, apalagi dengan organisasi perangkat daerah yang baru, mari kita dengan semangat baru mempertahankan indikator-indikator (positif) PNS, seperti disiplin, loyalitas, dan berkinerja," kata Hendrar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inovasi dan kreativitas sangat penting sekali untuk pembangunan Kota Semarang karena dua modal inilah yang (sekarang) dibutuhkan masyarakat," ucapnya.
Hendrar juga meminta agar perombakan organisasi perangkat daerah (OPD) disikapi dengan bijak dan tidak mengeluh dengan tugas baru yang diberikan. Selayaknya tim sepak bola, para PNS merupakan pemain profesional dan wali kota maupun wakilnya merupakan pelatih yang menyusun strategi.
"Perombakan atau perubahan OPD merupakan hal biasa, tugas panjenengan (kalian) semua hanya menjalankan amanah ini dengan profesional dan tulus ikhlas. Saya dengan Ibu Ita (Wakil Wali Kota Semarang) ibarat pelatih sepak bola yang tinggal susun strategi untuk mencapai tujuan," terangnya.
Kemudian pria yang akrab disapa Hendi itu juga menegaskan agar para PNS Pemkot Semarang jangan sekali-kali melakukan pungli karena Tim Saber Pungli sudah terbentuk dan siap bekerja.
"Rabu kemarin saya mengukuhkan Tim Saber Pungli yang terdiri atas kejaksaan, kepolisian, Denpom, bahkan Kodim. Jika panjenengan masih melakukan hal-hal pungli, mohon maaf risiko ditanggung masing-masing. Saya harap mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, jangan pernah ada laporan dari masyarakat tentang adanya pungli," tegas dia.
(alg/nwy)











































