"Ya jadi kami sampaikan bahwa kasus pembunuhan yang di Cipayung itu, kami sudah amankan. Kakak kandungnya korban sudah mengaku, sudah kami gali motifnya apa. Ayahnya sudah meninggal dan ibu kawin lagi, rumah yang ditempati korban itu warisan dari orang tuanya. Tapi kakaknya korban ingin menguasai rumah tersebut. Dari situlah ada niat untuk menguasai rumah itu. Ada pertengkaran supaya korban keluar dari rumah itu tetapi korban tidak mau. Karena itu makanya terjadi pembunuhan," papar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di sela-sela persiapan pengamanan debat Cagub-Cawagub DKI Jakarta di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017).
Menurut dia, kunci rumah Murniati yang sempat hilang juga telah ditemukan polisi. "Sudah ada pengakuan dari tersangka. Kunci itu kunci yang dipakai ibunya ada satu, satu lagi ada sama korban, dan yang terakhir ada sama tersangka. Ibunya pegang kunci duplikat, kunci yang dibawa oleh tersangka sudah kami temukan," ujar Kapolda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Kapolda, AR diketahui pulang kerja lebih awal saat peristiwa pembunuhan tersebut. "Juga ada keterangan dari tetangga, teman korban dan teman tersangka kalau tersangka pulang kerja lebih awal. Biasanya pulang malam tapi hari itu pulang cepat dengan alasan istrinya sakit. Jadi sekarang kita sudah ada pengakuan dari tersangka. Sekarang kita akan mengejar bukti lainnya," kata Kapolda.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana menegaskan kakak kandung Murniati sebagai pelaku tunggal.
"Dia pelaku tunggal. Kasus ini tidak ada indikasi pelaku lain," kata Maulana saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/1).
Sapta menambahkan kunci rumah Murniati telah ditemukan polisi di kawasan Setu. "Kunci sudah ditemukan kemarin. Kami temukan di daerah Setu," ujar Sapta. (aan/aan)










































