Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meluncurkan bus-bus tersebut di halaman Balai Kota Semarang. Ia mengatakan ada penurunan jumlah penumpang BRT Trans Semarang dan banyak komplain dari masyarakat. Hal itu dievaluasi apakah karena armadanya yang semakin tua atau pelayanannya.
"Coba dievaluasi armadanya tua apa pelayanan jelek? harus ada perbaikan," kata Hendrar, Kamis (12/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisanya 40-an bus akan digunakan untuk koridor V dan VI. Sedang proses," tandasnya.
Hendrar menjelaskan, sempat ada penurunan jumlah penumpang sebanyak sekitar 300 ribu orang per tahun. Oleh sebab itu tidak hanya meremajakan bus, namun ia menekankan agar pelayanan ditingkatkan.
"Pembenahan harus segera ditingkatkan kembali baik dari layanan petugas, perbaikan pemeliharaan armada sampai teguran bahkan pemberhentian supir yang ugal-ugalan. Selain itu interval kedatangan bus juga mesti diperhatikan guna meningkatkan kenyamanan pengguna BRT," jelasnya.
Pemkot Semarang juga sudah berusaha menambahkan fasilitas-fasilitas agar warga mau menggunakan BRT Trans Semarang. Salah satunya yaitu pemasangan alat untuk memberitahukan penumpang bus sudah dekat dengan shelter mana. Namun untuk sementara fasilitas tersebut baru diterapkan untuk koridor I dan akan bertahap ke koridor lainnya. (alg/ega)











































