"(Mereka) minta waktu untuk berdoa, salat Isya. Mungkin sampai jam 20.00 WIB. Tadi sudah berjanji ke Kapolres dan saya," ujar Iriawan di lokasi aksi yang berada di dekat Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).
Usai salat Isya, mahasiswa yang berdemo karena kenaikan harga BBM non-subsidi hingga biaya administrasi STNK (bukan pajak) tersebut berjanji akan bubar. Apalagi perwakilan dari BEM SI sudah diterima oleh pihak istana untuk menyampaikan aspirasinya.
"Mereka sudah puas dengan apa yang direspon oleh pemerintah. Tadi mereka juga kan turun sudah siang jam 13.00 WIB," ujar Iriawan.
Namun Iriawan belum mau menyebut langkah yang akan diambil polisi jika mahasiswa tak mau membubarkan diri. Iriawan menyatakan masih menunggu mahasiswa selesai salat Isya.
"Mereka sudah komitmen untuk tidak melakukan hal yang kontraproduktif dalam arti anarkis. Kita tunggu sampai jam 20.00 WIB," kata dia.
"Saya berikan waktu sesuai permintaan sampai salat Isya. Kita lihat perkembangannya," lanjut Iriawan.
Para demonstran ini sebelumnya sempat membakar keranda yang dipakainya untuk aksi teatrikal. Mereka tak mau membubarkan diri meski secara aturan, unjuk rasa harus diakhiri pada pukul 18.00 WIB.
Demo mahasiswa menuntut sejumlah hal. Tuntutan BEM SI menurut Iriawan juga akan diakomodir oleh DPR.
"Ini masalah kenaikan STNK BPKB administrasinya dan tarif besar listrik dan lain-lain, kembali dari peraturan akan bisa diakomodir," terang Iriawan sebelumnya, Kamis (12/1). (elz/fdn)











































