Lagi, Jurnalis Ditembak di Filipina
Selasa, 12 Apr 2005 14:14 WIB
Jakarta - Penembakan jurnalis kembali terjadi di Filipina. Beberapa pria bersenjata tak dikenal menembak seorang penyiar radio di Filipina selatan. Ini merupakan insiden terbaru dari serangan-serangan terhadap wartawan yang kerap terjadi di negeri itu.Alberto Martinez ditembak di bagian punggungnya ketika sedang mengendarai sepeda motornya. Pria berusia 46 itu mengalami luka parah akibat tembakan itu. Namun meski terluka, ia masih mampu melarikan kendaraannya menuju rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Demikian disampaikan Inspektur Kepolisian Kabacan, Abello Jungayan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (12/4/2005).Sejauh ini belum ada orang yang dijadikan tersangka untuk serangan tersebut. Martinez bekerja untuk stasiun Radyo Natin di kota Kabacan, pulau Mindanao. Dalam siarannya ia kerap bersikap kritis mengenai isu-isu di kota tersebut.Sedikitnya tiga jurnalis telah terbunuh di Filipina pada tahun ini. Di antaranya termasuk Marlene Esperat yang ditembak hingga tewas di depan anak-anaknya di rumah mereka di kota Tacurong, dekat Kabacan pada bulan lalu. Perempuan berusia 45 tahun itu merupakan seorang kolumnis surat kabar.Pada tahun 2004 lalu, tercatat 13 wartawan tewas dibunuh. Federasi Jurnalis Internasional menyalahkan "budaya kekerasan, yang didorong oleh tidak adanya tindakan pemerintah" sebagai akibat maraknya pembunuhan para nyamuk pers itu.Dalam laporannya, federasi yang berbasis di Brussels, Belgia itu menyebutkan bahwa insiden-insiden itu menempatkan Filipina di urutan kedua setelah Irak sebagai tempat paling mematikan bagi para wartawan.
(ita/)











































