DetikNews
Kamis 12 Januari 2017, 16:59 WIB

Atasi Macet, Jalan di Purwakarta akan Dilebarkan

Tri Ispranoto - detikNews
Atasi Macet, Jalan di Purwakarta akan Dilebarkan Jalan di Purwakarta akan dilebarkan. (Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan melebarkan jalan dari standar sebelumnya 3,5 meter menjadi 9 meter. Total dana yang dianggarkan mencapai Rp 350 miliar.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pelebaran akan mencakup hampir seluruh daerah yang dilintasi jalan kabupaten, seperti lingkar timur (Bungursari-Wanayasa), lingkar barat (Babakan Cikao-Maniis), perbatasan Subang, dan perbatasan Cianjur.

Menurut Dedi, jalan 3,5 meter yang sejak dulu menjadi standar kabupaten dianggap sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Pasalnya, standar yang digunakan masih menggunakan konsep pembangunan yang lama dengan kondisi masyarakat agraris dan volume kendaraan yang belum pesat.

"Kita ini masih memakai standar lama, padahal percepatan ekonomi, industri, sampai peningkatan volume kendaraan terus berkembang cepat. Sehingga tahun ini kita fokus pada pelebaran," ucap Dedi saat meninjau progres pembangunan Jembatan Cihambulu di Kampung Tanjunggarut, Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/1/2017) sore.
 Atasi Macet, Lebar Jalan di Purwakarta Jadi 9 MeterFoto: Jalan Di Purwakarta akan Dilebarkan (Tri Ispranoto/detikcom)

Dedi mengatakan, dengan kondisi jalan di Purwakarta yang sudah sangat memadai, proses pelebaran menjadi prioritas. Pelebaran jalan lebih dipilih dibanding membuka akses jalan baru.

"Bukan ruas yang kita tambah, tapi lebar dan ketebalan kita tingkatkan. Bagaimanapun pengendara ini bayar pajak. Pajak yang dibayar harus seimbang dengan pelayanan dan pembangunan," tuturnya.

Selain itu, pelebaran jalan fokus dilakukan di tahun ini seiring dengan pembangunan pariwisata yang juga mulai dikembangkan pada 2017. Diharapkan, dengan jalan yang baik, tingkat kunjungan wisata ke kabupaten yang identik dengan Sate Maranggi itu akan tumbuh pesat.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan dalam hal ini pihaknya menggelontorkan dana hingga Rp 350 miliar. Angka tersebut dinilai cukup besar dari jumlah APBD Kabupaten Purwakarta yang berkisar Rp 2,4 triliun.

Dari pantauan detikcom, salah satu progres pelebaran jalan sudah dilakukan dari Kantor Desa Cikopo menuju Jembatan Cihambulu, yang saat ini dalam tahap penyelesaian. Jalan tersebut nantinya akan menjadi jalur alternatif Purwakarta-Subang. Meski jalan alternatif, jalan yang kini tengah dibuat tersebut lebih lebar dari jalan arteri provinsi (Jalan Raya Sadang-Subang), yang hanya memiliki lebar enam meter.

Pembangunan Jembatan Mak Uwok

Dalam dua bulan ke depan masyarakat Purwakarta bisa menikmati kemudahan menuju Subang. Masyarakat dapat melalui jalur alternatif yang melintasi Jembatan Cihambulu atau Jembatan Mak Uwok yang berada di Kampung Tanjunggarut, RT 6 RW 2, Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

"Dua bulan lagi jembatan selesai dan bisa digunakan," jelas Bupati Dedi saat meninjau pembangunan jembatan.

Jika telah selesai maka jembatan yang memiliki panjang sekira 65 meter itu akan memudahkan akses mobilitas warga Purwakarta ke Subang mau pun sebaliknya. Selain digunakan oleh masyarakat umum, jembatan itu pun bisa digunakan oleh sarana transportasi umum dan barang.

"Di Cikopo (Purwakarta) dan Cipeundeuy (Subang) kan ada industri, ya nantinya bisa digunakan untuk mobilitas angkutan barang dan umum juga," tuturnya.

Selain itu jembatan tersebut pun akan menjadi modal tersendiri untuk pengembangan pariwisata yang kini tengah menjadi fokus Pemkab Purwakarta. "Jembatan itu juga nanti akan mempermudah masyarakat yang akan belanja ke Pasar Induk Cikopo," katanya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, Jembatan Cihambulu pun nantinya akan menggunakan nama Jembatan Mak Uwok sebagai bentuk peringatan terhadap Mak Uwok yang merupakan legenda dibalik terbangunnya jembatan gantung yang sudah ada sejak tahun 50-an.

Seperti diketahui sejak puluhan tahun silam masyarakat menggunakan Jembatan Mak Uwok yang terbuat dari bambu dan kabel baja dengan lebar sekira satu meter. Jembatan tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor.

Beberapa tahun belakangan Pemkab Subang membangun jembatan penghubung yang akan menggantikan Jembatan Mak Uwok. Namun setengah dari pekerjaan jembatan tersebut diserahkan dan dilanjutkan oleh Pemkab Purwakarta.

Namun Pemkab Purwakarta menolak lantaran jembatan tidak memenuhi standar seperti kurang lebar dan konstruksinya yang dianggap mudah rusak karena tergerus air sungai. Sehingga diputuskan untuk membangun jembatan baru dengan lebar 9 meter dan menggunakan teknik jembatan gantung tanpa pondasi sehingga tidak akan tergerus air dengan total anggaran Rp 11 miliar.

"Jembatan Mak Uwok yang asli akan tetap kita pertahankan. Karena itu warisan. Dan nanti jembatan yang asli akan kita perbaiki juga sebagai objek wisata baru," pungkas Dedi.
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed