"Tujuannya memang pariwisata, daripada rapat di hotel, lebih baik mengunjungi daerah wisata. Tapi belum kan. Kemarin mengajukan ke saya apa sih masalahnya, kan naik kereta murah, bisa liat Yogyakarta, bisa refreshing, bisa dekat antarpejabat yang ada," ujar Tjahjo di gedung Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (12/1/2017).
Meski demikian, Tjahjo menyarankan, jika anggaran yang dikeluarkan untuk rapat di atas kereta wisata tersebut mahal dan tidak efisien, sebaiknya dibatalkan saja.
"Soal jika anggarannya lebih mahal, tidak efisien, ya tidak usah," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dana Rp 7 juta dari tiap kepala SKPD akan menjadi biaya akomodasi selama perjalanan. Termasuk biaya kereta wisata, makan, biaya menginap di hotel, dan biaya transportasi selama di Yogya. Selain itu, dana tersebut menjadi subsidi silang bagi staf Pemprov DKI yang akan mengikuti rapat. (GBR/rvk)











































