DetikNews
Kamis 12 Januari 2017, 16:11 WIB

Legislator Katingan Datangi DPRD Garut untuk Belajar Pemakzulan

Deden Rahadian - detikNews
Legislator Katingan Datangi DPRD Garut untuk Belajar Pemakzulan Foto: Deden Rahadian/detikcom
Bandung - Enam Anggota DPRD Katingan Kalimantan Tengah mendatangi DPRD Garut Jawa Barat, Kamis (12/1/2017). Kedatangan mereka untuk mengumpulkan data dan literatur terkait pemakzulan Bupati Aceng Fikri pada 2013 lalu

Mereka diterima Anggota DPRD Garut yang juga mantan Ketua Pansus Pemakzulan Aceng Fikri, Asep Achlan. Menurut Anggota DPRD Katingan, Eterli Dayun, dari 25 anggota dewan, sebanyak 23 orang sudah sepakat melakukan pemakzulan terhadap Bupati Ahmad Yantenglie.

"Kedatangan kami dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat internal DPRD yaitu secepatnya mengumpulkan data termasuk ke Garut karena telah melaksanakan pemakzulan bupatinya. Kami cari literatur bagaimana tata cara melakukan persidangan khusus mengenai ini. Sementara 23 dari 25 setuju," ujar Eterli.

Dia berhadap proses pemakzulan Bupati Ahmad Yantenglie segera dilakukan. Perbuatan bupati yang kedapatan selingkuh dengan istri polisi tidak bisa ditolelir.

Sementara itu Asep Achlan menyatakan kasus yang menimpa Bupati Katingan tidak sama dengan yang dialami mantan Bupati Garut Aceng Fikri, meski hampir serupa. "Saya menyarankan segeralah dilakukan secara terlembaga, harus melalui DPRD baik interpelasi atau hak angket," kata Asep.

Ahmad Yantenglie didera kasus skandal asusila dengan istri anggota seorang polisi. Ia digerebek suami selingkuhanya saat berada di kamar kontrakan.

Tahun 2013 silam, Aceng Fikri jadi bupati pertama yang dimakzulkan gara gara melanggar etika dengan menceraikan istrinya yang masih di bawah umur Fani Oktora melalui pesan singkat. Aceng harus dicopot dari jabatanya setelah DPRD Garut mengirim rekomendasi pada pemerintah pusat melalui Kemendagri.

Bupati Katingan Ahmad Yatengli menanggapi santai soal rencana DPRD tersebut. "Itu hak mereka. Mereka lembaga legislatif, untuk menjalankan fungsinya, persoalan saya ini persoalan hukum, persoalan hukum seperti apa ya kita ikuti," ujar Yatengli usai pemeriksaan di Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riweut, Jekan Raya, Palangkaraya, Kamis (12/1/2016).
(ern/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed