Polisi Tembak Mati Perampok yang Bacok Satpam SPBU di Bekasi

Polisi Tembak Mati Perampok yang Bacok Satpam SPBU di Bekasi

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 12 Jan 2017 15:49 WIB
Polisi Tembak Mati Perampok yang Bacok Satpam SPBU di Bekasi
Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Tiga dari lima anggota komplotan perampok yang membacok petugas satpam SPBU, Agus Nurjaman, di Bekasi ditangkap. Satu pelaku ditembak mati dan dua pelaku lainnya ditembak di bagian kaki.

Para pelaku ini dilumpuhkan personel dari Subdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan pelaku yang teridentifikasi berjumlah 5 orang. "Mereka ini pelaku spesialis SPBU. Teridentifikasi ada 5 pelaku, tiga tertangkap, yakni Syaiful Arif, Somat Hidayat, dan Saini. Sedangkan dua pelaku lainnya, yakni Ismail dan Roy, masih buron," terang Arsya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Tersangka Somat dan Saini juga dilumpuhkan dengan timah panas polisi karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Arsya mengatakan para pelaku merupakan residivis kasus serupa, kecuali tersangka Saini. "Tersangka Syaiful Arif alias Bulky ini adalah kapten pimpinan komplotan ini dan sudah sering melakukan perampokan. Dia residivis dan pernah ditahan di Polda Jatim," lanjut Arsya.

Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak tersangka Arif karena melawan saat hendak dilakukan pengembangan. Arif tewas karena kehabisan darah saat dilarikan ke rumah sakit.

"Tersangka Arif, saat diminta untuk menunjukkan lokasi tersangka lainnya, yakni Ismail dan Roy, melakukan perlawanan. Karena membahayakan, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit karena kehabisan darah," jelas Arsya.

Arsya menjelaskan tersangka Arif, selain sebagai otak perampokan, berperan sebagai pelaku yang membacok korban. Sedangkan tersangka Somat berperan sebagai joki yang memboncengkan Arif.

"Kalau tersangka Saini ini berperan sebagai penggambar target yang akan dirampok. Dia memantau situasi dan pola-pola pengiriman uang dari SPBU ke bank," sambungnya.

Sedangkan tersangka Ismail berperan sebagai joki motor Jupiter MX dan memboncengkan Roy. Roy sendiri ikut membacok korban bersama tersangka Arif.

"Tapi yang lebih agresif ini adalah tersangka Arif. Kalau dilihat dari CCTV, Arif ini berkali-kali membacok korban, tetapi korban hanya mengalami luka-luka. Dan ternyata, Arif ini kelingking kanannya itu putus, sehingga genggaman goloknya memang tidak terlalu kuat. Arif kehilangan kelingkingnya saat terlibat carok beberapa tahun sebelumnya," papar Arsya.

Dari para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti sebilah golok, seuntai kalung emas, sejumlah handphone, 2 unit motor, dan uang tunai Rp 1,5 juta. Arsya mengatakan para pelaku menghabiskan uang hasil kejahatan untuk foya-foya. "Masing-masing mendapatkan bagian Rp 50 juta, sementara tersangka Ismail mendapatkan Rp 30 juta dan Arif paling banyak, sekitar Rp 100 jutaan," tandasnya. (mei/aan)


Berita Terkait