"Kasus Flynas, kami tidak sendiri, ini ada 29 travel agent yang menyebabkan jemaah tertahan, tapi masih diteliti. Dari 29, hanya 9 yang berizin. Bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki izin dapat memiliki visa?" ujar Jamil saat rapat dengan Komisi VIII DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).
Jamil telah bekerja sama dengan KJRI Jeddah untuk mendesak Flynas supaya jemaah umrah dipulangkan. Jemaah tersebut sebenarnya sudah memiliki tiket balik ke Indonesia. "Di Jeddah, kami desak Flynas agar jemaah tidak boleh tertahan. Jemaah sudah punya tiket balik sebenarnya," lanjut Jamil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenag juga telah mendesak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait untuk memulangkan jemaah. Dengan instansi pemerintah, Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. "Di Tanah Air mendesak PPIU dan provider untuk memulangkan jemaah. Lalu koordinasi dengan Kemhub," imbuh Jamil.
Jamil menjelaskan beberapa langkah ke depan untuk mengevaluasi penyelenggaraan umrah. Salah satunya dengan penataan regulasi umrah dan penegakan hukum.
"Selain itu, mengoptimalkan program gerakan lima tahun pasti umrah. Kewajiban PPIU melakukan pelaporan melalui aplikasi SIMPU (Sistem Informasi Manajemen Penyelenggaraan Umrah) dan umrah cerdas berbasis Android. Di situ bisa tahu agen umrah mana yang tidak berizin," jelas Jamil.
Sebelumnya, lebih dari seribu jemaah umrah asal Indonesia yang tertahan kepulangannya di Jeddah, Arab Saudi, secara berangsur-angsur mulai diterbangkan sejak Senin (9/1/2017). Kepulangan jemaah itu dibagi dalam beberapa kloter.
Dalam keterangan tertulis KJRI Jeddah kepada detikcom, Selasa (10/1/2017) disebutkan sebanyak 488 orang yang terbagi menjadi 2 kloter, yaitu kloter pertama sebanyak 298 orang, diberangkatkan pada pukul 00.30 waktu Arab Saudi. Kloter kedua sebanyak 190 orang, yang merupakan gabungan dari dua agen perjalanan, diberangkatkan menuju Surabaya pada pukul 03.25 waktu Arab Saudi dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Rombongan ini diangkut dengan maskapai Flynas.
(aan/aan)










































