Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Dibakar, Ini Penampakannya

Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Dibakar, Ini Penampakannya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 12 Jan 2017 12:31 WIB
Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Dibakar, Ini Penampakannya
Dok. Istimewa
Pekanbaru - Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau kembali terbakar, diduga dilakukan para pembuka lahan. TNI AU mengerahkan pesawat dan helikopter untuk melakukan pemantauan.

"Dari hasil pemantauan kita di udara, kawasan TNTN kembali terbakar. Tapi kita menilai kawasan tersebut sengaja dibakar," kata Kadis Ops Kol Firman Dwi Cahyono kepada detikcom, Kamis (12/1/2017).

Firman mengatakan pihak TNI AU Pekanbaru sudah melakukan pengawasan udara dengan pesawat tempur dan helikopter. Dari pantauan udara, terlihat sejumlah titik api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memang belum menerjunkan pasukan ke lokasi. Tapi paling tidak, dengan mengerahkan pesawat tempur dan heli di atas TNTN, agar memberi penekanan terhadap pelaku pembakar lahan," kata Firman, yang pernah menjadi Komandan Skuadron F16 Lanud Roesmin Nurjadin.

Menurut Firman, jika dilihat dari pantauan udara, sangat jelas di lokasi TNTN ada gubuk. Dugaan kuat, gubuk tersebut dihuni para perambah hutan.

"Kawasan yang telah dirambah sengaja dibakar. Karena kawasan yang dibakar itu bersebelahan dengan perkebunan sawit. Satu sisi kebun sawitnya tidak terbakar," kata Firman, yang pernah menjadi kopilot pesawat F16 yang diboyong dari Amerika ke Indonesia.


Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Dibakar, Ini PenampakannyaFoto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom


Firman menyebutkan hasil pantauan udara di TNTN akan menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi.

"Hasil pantauan udara yang kita lakukan nantinya akan menjadi bahan dalam rapat koordinasi terkait Karhutla. Saat ini memang Satgas Karhutla belum dibentuk," kata Firman.

Hari ini tim Lanud Roesmin Nurjadin akan kembali menerbangkan pesawat tempur dan helinya di kawasan TNTN. "Kita terus memberikan penekanan agar pelaku pembakaran segera keluar dari kawasan itu," kata Firman.

(cha/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini