Munadi bertugas di Polsek Tikasung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia lulus bintara pada 1993 dan mengawali dinas di Polres Tanah Laut. Kemudian dipindah ke Polsek Tikasung sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sampai saat ini.
Pada 2003, desa tempat Munadi bertugas, Benua Tengah, kekurangan guru agama. Alhasil, siswa-siswi tak mendapat asupan ilmu rohani. Munadi kemudian berinisiatif menginisiasi pembentukan TPA. Awalnya di masjid, kini TPA Baitul Tolibin memiliki lima ruang kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh waktu dua tahun sebelum santri-santri TPA menempati ruang. Munadi door to door menggalang dukungan dan sumbangan ke berbagai pihak. Pada 2005, gedung TPA mulai dibangun dengan dana terbatas.
"Saya jadi gurunya, ustaz juga, dan kepala sekolah. Imam (masjid) juga. Pokoknya semua," kata pria tiga anak ini.
Kegiatan di TPA dilakukan sore hari, sehingga tidak mengganggu dinas Munadi. Selepas berdinas, dia berada di TPA hingga menjelang petang.
Aiptu Munadi, 3 Kali Raih Reward Termasuk Umrah karena Inisiasi TPA (Dok Istimewa) |
Aksi sosial Munadi rupanya terpantau pimpinan. Pada 2008, dia diumrahkan oleh Kapolres. Kemudian dia juga mendapat dua piagam dari Kapolres dan ditahbiskan sebagai polisi teladan karena menjadi ketua yayasan dan aktif dalam kegiatan keagamaan.
Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan memang sudah sewajarnya sosok seperti Aiptu Munadi diganjar reward. "Agar bisa jadi teladan bagi yang lain," katanya singkat.
(Dok Istimewa) |












































Aiptu Munadi, 3 Kali Raih Reward Termasuk Umrah karena Inisiasi TPA (Dok Istimewa)
(Dok Istimewa)