Bercanda Bawa Bom ke Pramugari, 2 WNI di Saudi Ditahan di Jeddah

Bercanda Bawa Bom ke Pramugari, 2 WNI di Saudi Ditahan di Jeddah

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 12 Jan 2017 08:39 WIB
Bercanda Bawa Bom ke Pramugari, 2 WNI di Saudi Ditahan di Jeddah
LW, anak laki-laki Ibu UWD yang ditahan, saat diminta menjelaskan oleh Pelaksana Fungsi Konsuler-1 KJRI Jeddah, (Dok KJRI Jeddah)
Jakarta - Dua jemaah umrah asal Indonesia tak bisa pulang sesuai dengan jadwal karena ditahan polisi di Jeddah, Arab Saudi. Soalnya, mereka bercanda tentang bom.

Hal ini dikabarkan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (12/1/2017). Dua jemaah itu berinisial UWD (56) asal Jombang dan TKW (50) asal Magetan, Jawa Timur. Kini mereka ditahan di penjara khusus perempuan di Dahbah, Jeddah, Arab Saudi.

Dua WNI itu adalah kakak-adik, ditemani pula oleh anak lelakinya berinisial LW (30). Ceritanya, mereka sudah berada di dalam pesawat Royal Brunei di Bandara Internasional King Abdulaziz dan siap terbang pukul 18.30 waktu Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramugari datang menghampiri mereka menawarkan bantuan untuk mengangkatkan barang milik WNI ini. "Berat banget, Bu. Koper ini apa isinya?" tanya pramugari dalam bahasa Melayu.

"Dari Arab Saudi masak bawa bom. Ya, oleh-olehlah, Bu," jawab WNI ini.

Gara-gara lontaran candaan bom ini, sang pramugari bergegas ke ruang pilot dan melaporkan ulah kedua penumpang tersebut. Mereka menunjukkan bahwa mereka sudah membayar tiket.

"Seluruh jamaah satu rombongan yang tengah berada di atas pesawat diminta turun dari pesawat dan dilakukan screening ulang dan cek bagasi. Pesawat baru diberangkatkan pada hari ini, Rabu (11/1) setelah tertunda lebih dari 14 jam," tutur mereka.

Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin mengimbau seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan pesawat menjaga sikap dan perilaku serta menghindari perkataan yang dapat memicu kepanikan yang berpotensi mengganggu keamanan umum.

"Janganlah bertingkah tidak semestinya saat berada dalam pesawat agar tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan penumpang lain. Hindari ucapan atau perkataan yang bisa menimbulkan kepanikan yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan," pesan Herry.

(dnu/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads