"Saya sesalkan mendengarkan salah satu pimpinan parpol yang menyinggung ideologi tertutup yang mencoba menghadapkan agama Islam dan Pancasila. Ini kami sesalkan," ujar Rizieq saat audiensi dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).
Rizieq menegaskan tidak ada yang perlu diperdebatkan antara Pancasila dan agama Islam. Rizieq sendiri menyesali ucapan Megawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizieq khawatir pernyataan Megawati itu dapat memicu konflik horizontal. Dia menganggap hal itu bisa membahayakan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Kami khawatir pernyataan itu memicu konflik horizontal, itu bisa membahayakan UUD 1945. Karena sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia, tidak ada satu pun tokoh yang menjadikan Pancasila untuk menggugurkan rukun iman," tegasnya.
(Baca juga: Di HUT PDIP, Megawati Bicara Soal Peramal yang Antikebhinnekaan)
Sebelumnya, Megawati menggolongkan kelompok-kelompok antikeberagaman sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan.
"Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup mempromosikan diri mereka sebagai self-fulfilling prophecy, para peramal masa depan. Mereka meramal dengan fasih tentang apa yang akan datang, termasuk kehidupan setelah dunia fana. Padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya," tutur Megawati saat HUT ke-44 PDIP di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/) lalu.
(dkp/dnu)











































