"Sudah kami kejar, kita juga sudah minta aparat TNI. Kita sudah bicara dengan Pangdam, kerjasama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kelurahan untuk bisa mempersempit ruang gerak yang bersangkutan," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Iriawan mengatakan tersangka kemungkinan belum keluar dari Jakarta. "Kita belum pastikan, ke luar kota atau tidaknya belum tahu, yang jelas masih di sekitar Jakarta," imbuh Iriawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang hasil keterangan saksi, mereka berdua yang melakukan 170 (nomor pasal tentang pengeroyokan di KUHP) terhadap saudara Widodo," jelas Iriawan.
Sebelumnya, pelaku pengeroyokan diduga berjumlah sekitar 10 orang. Tetapi, kemungkinan adanya pelaku lain, masih terus didalami oleh polisi.
"Yang lain masih dalam tahap saksi. Tidak menutup kemungkinan kalau ada saksi lain, bukti lain kita akan tetapkan tersangka," imbuhnya.
Iriawan mengatakan, tidak sulit bagi polisi untuk mencari pelaku pengeroyokan karena korban sendiri mengenal dua pelaku. "Karena sebenarnya mereka saling kenal, jadi tidak terlalu sulit. Jadi saudara Widodo bisa menunjukkan siapa pelaku pengeroyokan dari dua orang tersebut," sambungnya.
Pengeroyokan terhadap Widodo terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat, 6 Januari lalu. Ada dua tetangga Widodo yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.
Pengeroyokan berawal dari adu mulut pada siang hari terkait dengan rencana blusukan Calon Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat ke Jalan Jelambar Utama, Grogol Petamburan, Jakbar. Malam harinya, Widodo dihampiri oleh pelaku.
"Pemicunya, pelaku ini berteriak haram terhadap salah satu calon. Korban menyampaikan, 'Yang haram itu apa'," sebut Roycke, Sabtu (7/1).
(mei/dnu)











































