DetikNews
Kamis 12 Jan 2017, 01:44 WIB

Trans Semarang Kehilangan Ban Cadangan, Diduga Ada Unsur Korupsi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Trans Semarang Kehilangan Ban Cadangan, Diduga Ada Unsur Korupsi Ilustrasi ban (Dadan Kuswaraharja/detikcom)
Jakarta - Ban cadangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang sebanyak 32 buah hilang ketika berada di Terminal Mangkang. Pihak Kepolisian melakukan penyelidikan dan ternyata merambah ke dugaan kasus korupsi di lingkungan Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Terminal Mangkang.

Kasus hilangnya 32 ban cadangan itu dilaporkan oleh Kepala BLU Kota Semarang, Agung Nurul Falaq Adi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang hari Rabu (4/1) pekan lalu. Laporan tersebut tercatat pada bukti laporan bernomor LP/B/03/01/2017/JATENG/RES TABES SMG.

"Yang ban serep itu terus kita selidiki. Mengarah ke dugaan korupsi," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Rabu (11/1/2017).

Sampai saat ini sudah ada 6 saksi yang diperiksa kepolisian. Pihak yang diperiksa sebagai saksi mulai dari masyarakat sampai pejabat BLU. Menurut Abiyoso ada salah satu saksi yang mengarah untuk ditetapkan tersangka.

"Dari enam ada yang mengarah ke tersangka. Tapi belum bisa untuk saat ini. Sabar ya, nanti diungkap," tegasnya.

Abiyoso menjelaskan, penyelidikan memang diawali dari dugaan pencurian ban BRT Trans Semarang yang berada di Terminal Mangkang karena belum memiliki izin trayek. Namun hasil penyelidikan ternyata mengarah kepada kasus dugaan korupsi.

"Awalnya dari hilangnya ban serep bus yang diparkir di Terminal Mangkang. Ada dugaan tindak pidana korupsi. Bus itu belum keluar izin trayeknya," pungkas Abiyoso.


(alg/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed