Pansus RUU Pemilu Minta Seluruh Fraksi Segera Serahkan DIM

Pansus RUU Pemilu Minta Seluruh Fraksi Segera Serahkan DIM

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 11 Jan 2017 19:02 WIB
Pansus RUU Pemilu Minta Seluruh Fraksi Segera Serahkan DIM
Ahmad Riza Patria (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria memberi tenggat waktu bagi setiap fraksi untuk menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) sampai Senin (16/1) depan. Sejauh ini, baru empat fraksi yang menyerahkan.

"Diharapkan di awal masa sidang ini masing-masing fraksi diminta menyerahkan DIM. Sampai hari ini sudah empat fraksi yang masuk, mudah-mudahan nanti atau besok menyusul yang lainnya dan diberi tenggat sampai Senin karena Kamis kita akan raker dengan Kemendagri dan Kumham terkait pembahasan DIM tersebut," jelas Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Fraksi yang telah menyerahkan DIM di antaranya Golkar, Hanura, dan NasDem. Gerindra sendiri akan menyerahkan DIM dalam waktu dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi Golkar, Hanura, NasDem, satu lagi saya lupa yang menyerahkan DIM. Gerindra dalam satu atau dua hari ini," sambung Riza.

Selain itu, Riza berharap agar isu strategis pada pemilu dapat dikerucutkan. Hal itu karena di DPR sendiri ada tiga kelompok partai yang memiliki kepentingan berbeda.

"Kita tahu satu parlemen DPR tapi ada 10 fraksi. Fraksi DPR terbagi kelompok besar, menengah, dan kecil. Mereka memiliki beda kepentingan, ada yang ingin penyederhanaan parlemen dan partai kecil keberatan," ujar Riza.

Isu strategis yang disampaikan Riza di antaranya sistem pemilu, parliamentary threshold, jumlah kursi per dapil, presidential threshold, jumlah dapil, dan cara penghitungan kursi. Diharapkan pembahasan RUU Pemilu selesai bulan Mei 2017.

"Kesepakatan kita kan bulan Mei. Isu strategis adalah sistem terbuka/tertutup, lalu parliamentaty threshold. Kemudian kursi per dapil, juga soal presidential threshold. Isu lainnya jumlah dapil, ada yang ingin tetap. Lalu cara penghitungan kursi, apakah seperti yang lama," tutupnya. (dkp/imk)


Berita Terkait