DetikNews
Rabu 11 Jan 2017, 17:13 WIB

Dinamika Pilgub DKI 2017

Saat Kampanye Sandiaga Terusik Suara Gaduh Mobil Mewah

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Saat Kampanye Sandiaga Terusik Suara Gaduh Mobil Mewah Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno berkampanye menyapa warga di Jakarta Utara. Saat menyampaikan visi dan misi, sebuah mobil mewah jalan dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan suara gaduh.

Lokasi kampanye Sandiaga berada di pinggir jalan raya di Jalan Benteng Mas V No. 11, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017). Suara gaduh dari mobil tersebut membuat visi dan misi yang tengah disampaikan Sandiaga terganggu.

"Tidak seperti mobil mewah barusan yang lewat, itu mobil mahal banget ya harganya Rp 3 miliar paling," kata Sandiaga di tengah paparan visi dan misi.

Sandiaga kemudian melanjutkan kembali penyampaian visi dan misinya. Kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL) menjadi sorotan penyampaian visi dan misinya.

"Pak, kami ini PKL kalau bisa dipermudah, cukup dengan memberi akses yang mudah, dan kalau bisa ditambah permodalannya," ujar seorang PKL kepada Sandiaga.

Sandiaga kemudian berjanji akan memberikan bantuan permodalan kepada para PKL. Selain itu, PKL nantinya akan diberi lahan yang ramai pembeli.

"Untuk PKL, insya Allah nanti kami akan berikan bantuan permodalan, Pak," jawab Sandiaga.

Lokasi khusus untuk PKL nantinya disediakan di daerah yang banyak karyawan perusahaan berkumpul. Nantinya akan dilakukan rekayasa lalu lintas di wilayah tersebut.

"Kita akan perbanyak lokasi binaan untuk PKL dan kita akan lakukan kebijakan-kebijakan yang ramah terhadap mereka. Seperti inovasi rekayasa lalu lintas, di mana ada daerah yang kita 'designasi' sebagai daerah yang sangat konsentrasi PKL-nya tinggi dan pembelinya juga tinggi," jelas Sandiaga.

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan dengan bekerja sama dengan aparat satuan lalu lintas. Ini dilakukan pada jam karyawan kantor berangkat dan pulang kerja.

"Kita akan rekayasa lalu lintasnya bekerja sama dengan aparat lalu lintas. Untuk memastikan daerah tersebut mungkin antara jam 6 sampai jam 9 di mana warga masyarakat membeli makanan pagi dan makanan siang," imbuhnya.

Sandiaga melihat banyak warga kantoran yang sulit mencari tempat makan dengan harga yang terjangkau. Menghadirkan PKL di lokasi yang banyak karyawan merupakan solusinya.

"Itu mereka bisa bekerja sama dengan PKL untuk hadir memberikan solusi. Jadi banyak sekali warga kantoran di sini juga mengeluh, karena biaya makan di tempat-tempat yang elite di mal itu mahal. Sementara di PKL itu lebih terjangkau," katanya.

"Dengan seperti ini, mereka akan mendapatkan lahan terhadap akses usahanya yang lebih berpihak kepada mereka," tambahnya.


(nvl/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed