Tolak Perjudian, Mahasiswa Datangi Poltabes Yogyakarta
Selasa, 12 Apr 2005 13:25 WIB
Yogyakarta - Maraknya perjudian di Yogyakarta membuat resah banyak pihak. Puluhan mahasiswa Yogyakarta tergabung Aliansi Mahasiswa Tolak Perjudian, hari ini Selasa (12/4/2005) menggelar aksi menolak segala bentuk perjudian di Kota Yogyakarta.Mereka mendatangi markas Poltabes Yogyakarta untuk meminta agar aparat segera menutup berbagai prakte perjudian yang ada di kota pelajar ini. Aksi yang diprakarsai oleh KAMMI Universitas Ahmad Dahlan (UAD), KAMMI Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UC), KAMMI STIE Widya Wiwaha, STIE Hamfara dan bebagai lembaga dakwah kampusitu dimulai pada puku 10.30 WIB dari halaman gedung DPRD DIY di Jl Malioboro.Koordinator aksi Fuad Azhari dalam orasinya di halaman DPRD mengatakan, maraknya praktek perjudian yang tersebar di kota Yogyakarta menimbulkankeprihatinan banyak pihak. Apalagi sebagian besar pengguna tempat judi iniadalah pelajar dan mahasiswa yang menuntut ilmu di kota pelajar ini.Menurut Fuad, ditutupnya beberapa tempat judi saat ini hanyalah bersifatsementara dan strategi untuk meredam emos masyarakat Yogyakarta. Selain itubanyak usaha hiburan yang melakukan penyalahgunaan izin untuk tempat judi."Kami menuntut aparat kepolisian bertindak tegas segera menutup tempat judidan kami juga menuntut agar walikota tidak mengeluarkan izin," kata Fuad.Dalam aksi itu, mereka juga membagi-bagikan gratis koran Media Indonesiayang memuat tulisan laporan mengenai perjudian di Yogyakarta. Setelah itumassa kemudian melanjutkan aksi menuju Poltabes Yogyakarta di Jl Reksobayan. Mahasiswa di Poltabes ditemui langsung oleh Kapoltabes Kombes Condro Kirono.Saat berdialog mahasiswa meminta Kapoltabes Yogyakarta dan Kapolda DIbertindak tegas segera mengeluarkan surat resmi penyidikan terhadap parapemilik tempat judi. "Kami juga meminta Kapoltabes agar menindak tegas bilaada indikasi oknum-oknum polisi yang jadi backing judi," katanya.Sementara itu Condro Kirono mengatakan, pihaknya sudah sejaklama telah melakukan pemberantasan terhadap semua praktek perjudian di kotaYogyakarta. Sampai sekarang aparat terus memberantas dan meminta pengusahaperjudian segera menutupnya."Tanpa Anda minta, kami sampai saat ini terus melakukan pemberantasanperjudian dan kami juga akan menindak tegas bila ada anggota yang jadibacking," katanya.
(nrl/)











































