Cegah Hoax, Polda Bali Siapkan Satgas Cyber Troops

Cegah Hoax, Polda Bali Siapkan Satgas Cyber Troops

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 11 Jan 2017 13:43 WIB
Cegah Hoax, Polda Bali Siapkan Satgas Cyber Troops
Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja (Prins David Saut/detikcom)
Jakarta - Kapolda Bali yang baru Irjen Petrus R Golose disebut hendak menyiapkan satgas khusus yang menangani berita hoax dan intoleransi. Satgas itu disebut Cyber Troops dan Intelligent Media Management.

"Beliau (Kapolda) berencana membentuk itu sehingga berita tidak benar atau hoax bisa ditelusuri," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja di kantornya, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (11/1/2017).

Hengky menjelaskan proses seleksi anggota satgas dari berbagai satuan tengah dilangsungkan. Usai seleksi, para calon anggota akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sebelum diresmikan tugasnya.

"Saat ini sudah mulai berjalan (seleksi)," ujar Hengky.

Pembentukan satgas ini, menurut Hengky, dipicu oleh mulai masifnya penyebaran berita atau informasi hoax. Sebagian berita hoax yang beredar rentan mengancam toleransi antarumat beragama, walau belum ada berita hoax yang membahayakan kehidupan sosial masyarakat di Bali.

"Jangan sampai berita tidak benar bergulir menjadi bola liar. Kasihan masyarakat jika langsung menyerap (berita hoax) dan meyakininya, padahal tidak benar," ucap Hengky.

"Kadang orang kan (hanya) copy-paste sehingga kita lakukan juga tindakan preventif dan represif. Khusus Bali, memang belum ada tapi kita tetap mencegah. Kalau ada, bisa dijerat UU ITE," tambahnya.

Bali, yang populer di seluruh dunia sebagai surga berlibur, juga tak luput dari sasaran transnational crime. Pembentukan satgas ini pun bertujuan untuk menangkal itu.

"Beliau (Kapolda Bali) menyampaikan program untuk menjaga Bali, terutama terkait masalah transnational crime," kata Hengky.

Satgas transnational crime ini telah memasuki tahap seleksi dari berbagai satuan di bawah Polda Bali. Ada delapan tindak kriminal lintas negara yang menjadi perhatian satgas ini, contohnya perdagangan manusia, terorisme, narkoba, dan paedofilia.

"Karena banyak kasus itu di sini dan beliau (Kapolda Bali) memang fokus ke masalah itu. Salah satunya karena ada kemungkinan dari transnational crime itu berkembang menjadi tindak pidana pencucian uang atau lainnya," ujar Hengky.

Ia menegaskan, Kapolda Bali akan segera meresmikan satuan tugas ini karena Bali adalah sasaran empuk pelaku kejahatan lintas negara. "Bali salah satu lokasi sasaran transnational crime, ini akan bertugas di seluruh wilayah Polda Bali," ucap Hengky. (bag/bag)


Berita Terkait