"Keluarga besar ingin (kasus ini) diusut tuntas, karena kejadian ini bukan pertama kali. Pada 2010 pernah terjadi, kenapa sekarang terjadi lagi. Sudah gitu di dalam kampus, tragisnya," kata paman Amirullah, Nur Arifin, di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).
Nur mengatakan, saat awal Amirullah masuk STIP, sudah ada pengarahan tentang kekerasan. Pihak STIP kala itu berjanji tidak akan ada kekerasan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Nur meminta pihak STIP bertanggung jawab atas kematian Amirullah. Menurut Nur, seharusnya ada kamera CCTV dan hal lainnya untuk pengawasan agar kekerasan tidak terjadi lagi.
"Berarti kan pengawasannya kurang, ini terjadi lagi, kurang efektif. Bisa jadi tahun depan terjadi lagi seperti ini. Padahal OSPEK sudah selesai, kenapa terjadinya sudah saat masuk sekolah," katanya.
Karena itu, Nur ingin kasus ini diproses secara hukum. Keluarga menyerahkan penanganan kasus ini kepada penyidik polisi.
"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya karena nyawa sudah melayang," tuturnya.
(idh/dha)










































